H. Abdussalam (Cak Salam) saat bertemu dengan guru Ngaji (foto : M. Ali Makrus / Jatim TIMES)
H. Abdussalam (Cak Salam) saat bertemu dengan guru Ngaji (foto : M. Ali Makrus / Jatim TIMES)

Calon Bupati Jember nomor urut 3 H. Abdussalam (Cak Salam) bertemu dengan Santri AJI (Santri, Kyai dan Guru Ngaji) di padepokan Rehabilitasi Mental Spiritual At Tauhid Ma'unah Ilahi di Jalan Karimata Jember yang diasuh oleh Kiai Moch. S Sulton (Gus Sulton), Jumat (30/10/2020) malam.

Dalam pertemuan ini, Cak Salam memyampaikan keinginannya membangun rumah sakit NU, sesuai kontrak politiknya dengan organisasi terbesar Nahdlatul Ulama. 

Baca Juga : Enam Komunitas di Banyuwangi Komitmen All Out Menangkan Pasangan Calon Yuriz

"Alhamdulillah, saat ini ormas NU dan Muhammadiyah di Kabupaten Jember sudah melakukan kontrak politik dengan kami. Khusus untuk NU, kami sudah berjanji akan mendirikan rumah sakit NU, dan ini sudah disepakati dengan PCNU baik Jember maupun Kencong," Ujar Cak Salam. 

Sedangkan untuk komunitas masyarakat, seperti Santri AJI, GTT, PTat, Kader Posyandu, forum RT dan RW, Cak Salam mengatakan, bahwa dirinya sudah berkomitmen dengan komunitas tersebut, bahwa dirinya akan memperhatikan kesejahteraan. 

"Khusus untuk guru ngaji, saya bersama Mas Ifan sudah komitmen untuk memberikan perhatian kepada guru ngaji, karena saya sendiri tahu, bahwa saya bisa belajar membaca Alif Ba Ta, diawali dari guru ngaji," Bebernya. 

Bahkan, Cak Salam juga berjanji, akan mengembalikan jumlah guru ngaji seperti semula, bahkan kemungkinan juga bertambah jumlah guru ngaji yang ada di Jember, sesuai dengan data terbaru. 

"Dulu di era Bupati sebelumnya, jumlah guru ngaji mencapai 18 ribu lebih, kemudian pada periode lalu, memang ada tambahan honor, tapi jumlah guru ngaji dikurangi, ini sama saja dengan 'mecat' guru ngaji," singgung Cak Salam. 

Baca Juga : Curhat Pengusaha Rumahan: Optimalkan Bantuan Hulu-Hilir

Oleh karenanya, Cak Salam berjanji bahwa jumlah guru ngaji akan dikembalikan seperti semula, dan bisa bertambah. “Bisa jadi nanti menjadi 25 ribu jumlah guru ngaji di Jember, tergantung hasil verifikasi,” bebernya.

Sementara Kyai Moch. S. Sulthon, dalam kesempatan tersebut mengatakan, bahwa dirinya selaku pengurus Santri AJI merasa prihatin dengan kondisi guru ngaji di Jember yang diberlakukan tidak sama, sehingga dirinya memiliki harapan besar kepada pasangan Calon Bupati Salam-Ifan untuk bisa memberi perhatian kepada guru ngaji.

“Saya yakin jika Cak Salam dan Mas Ifan terpilih jadi Bupati, guru ngaji di Jember bisa dihargai, dan mendapat perhatian, karena banyak ulama yang memberikan restu kepada Cak Salam, hal ini dengan dibuktikannya bersatunya ormas islam terbesar di Jember yakni PCNU Jember dan PCNU Kencong,” ujar Gus Sulthon panggilan Kyai M. S. Sulthon kepada media ini. (*)