Dispertapa Kabupaten Blitar saat studi banding tembakau ke Kabupaten Rembang
Dispertapa Kabupaten Blitar saat studi banding tembakau ke Kabupaten Rembang

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) tak henti-hentinya berupaya meningkatkan kualitas pertanian tembakau di Kabupaten Blitar. Tak hanya peningkatan mutu tanaman tembakaunya, bidang pemasaran juga jadi sasaran inovasi melalui terobosan-terobosan yang konsisten dilakukan Dispertapa. 

Terobosan dalam rangka mengembangkan pemasaran tembakau di antaranya dilakukan Dispertapa dengan melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah pada 21 hingga 23 Oktober 2020. Kunjungan Kerja ke Kabupaten Rembang ini dalam rangka studi banding ke PT. Sadhana Arifnusa Rembang.

Baca Juga : Target PAD Sektor Wisata Naik, DPRD Minta Pemkab Bitar Kerja Maksimal

Turut serta dalam rombongan kunjungan kerja ini Kepala Dispertapa Kabupaten Blitar Ir Wawan Widianto, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Pemkab Blitar Tuti Komaryati, Kepala Bidang Perkebunan Dispertapa Ir Lukas Supriyatno, dan Kasi Penyuluhan Dispertapa Anita Arif Rahayu. 

Dalam studi banding ini juga turut serta 3 perwakilan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Blitar yakni  Sunyoto (Ketua APTI 2020-2025), Sawilan (Koordinator APTI wilayah Kecamatan Sutojayan), dan Budi Pairin (Koordinator APTI wilayah Kecamatan Kademangan).

“Studi banding ini kegiatan yang sangat penting. Dari studi banding ini kita ingin mengetahui dan mengembangkan pola kemitraan dengan PT. Sadhana Arifnusa melalui percontohan keberhasilan pola kemitraan yang telah dilakukan APTI Kabupaten Rembang dan PT. Sadhana Arifnusa Kabupaten Rembang,” ungkap Kepala Dispertapa Kabupaten Blitar, Ir Wawan Widianto. 

Dari studi banding ini diketahui keberhasilan pertanian tembakau di Kabupaten Rembang tak lepas dari peran strategis Pemkab Rembang. Ya, Pemkab Rembang melalui Dinas Pertanian dan Pangan mampu menjadi fasilitator antara APTI Kabupaten Rembang dengan PT Sadhana Arifnusa selaku perusahaan mitra yang membeli tembakau milik petani. 

Keseriusan Pemkab Rembang juga dibuktikan dengan keberhasilan menambah luas tanam areal tembakau. Dalam kurun waktu 10 tahun dimulai tahun 2010, luas tanam tembakau di Rembang bertambah dari 10 hektar sekarang menjadi sekitar 5.000 hektar. 

“Perkembangan tembakau di Rembang sangat luar biasa.  Bahkan untuk tahun depan Pak Bupati Rembang sudah meminta kuota ke PT Sadhana sebesar 10 ribu hektar tembakau, dan ini disetujui oleh PT Sadhana. Kita ingin pola-pola di Rembang bisa diterapkan di Blitar. Karena kenyataanya di Blitar itu luas tanam areal tanam tembakau tidak bertambah, tapi yang bermitra dengan PT Sadhana justru semakin menurun,” papar Kasi Penyuluhan Dispertapa Kabupaten Blitar, Anita  Arif Rahayu. 

Dikatakan Anita, salah satu pola-pola manajemen di Rembang yang bisa dicontoh adalah kekompakan antara petani dengan PT Sadhana. Begitu ada permasalahan, petani dan PT Sadhana langsung berupaya memecahkan permasalahan tersebut melalui fasilitasi Pemerintah Daerah. 

“Permasalahan yang kecil-kecil dan besar itu sama saja sebenarnya antara Blitar dengan Rembang. Hanya saja di Rembang ini endingnya bagus, Pemda selalu hadir menjembatani bila ada aduan dari petani maupun aduan dari PT Sadhana. Pertemuan-pertemuan selalu digelar begitu ada aduan. Bahkan di pertemuan terakhir kemarin dihadiri langsung oleh Bapak Bupati  Rembang. Sehingga kemitraan yang terjalin antara petani dengan PT Sadhana tetap baik,” jlentrehnya.

Baca Juga : Menteri Desa Resmikan Desa Digital Kendal Bulur: Tidak Eranya Lagi Warga Nongkrong di Balai Desa Urus Surat

Dispertapa Kabupaten Blitar berharap dari kegiatan studi banding ini dapat memberikan manfaat bagi APTI Kabupaten Blitar periode kepengurusan baru dan petani di Kabupaten Blitar. Ya, dengan memperkuat kelembagaan dan komitmen serta sinergitas Dispertapa mendorong kesejahteraan para petani tembakau Kabupaten Blitar. 

Setelah sudi banding ini, Dispertapa juga ingin agar di Kabupaten Blitar dapat dibangun gudang PT Sadhana Arifnusa seperti di Kabupaten Rembang.

“Yang jelas kebijakan-kebijakan yang diambil kedepan setelah studi banding ini akan dirumuskan oleh pimpinan,” pungkasnya.(Adv/Kmf)