Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar menjadi narasumber dalam sarasehan  “Peran Ormas Kota Kediri dalam Membumikan Nilai Keberagaman Untuk Menyongsong Indonesia Maju, bertempat di Gereja Santo Yoseph Kediri, Minggu (25/10). (Foto: Ist)
Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar menjadi narasumber dalam sarasehan “Peran Ormas Kota Kediri dalam Membumikan Nilai Keberagaman Untuk Menyongsong Indonesia Maju, bertempat di Gereja Santo Yoseph Kediri, Minggu (25/10). (Foto: Ist)

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar menjadi narasumber dalam sarasehan  “Peran Ormas Kota Kediri dalam Membumikan Nilai Keberagaman Untuk Menyongsong Indonesia Maju, bertempat di Gereja Santo Yoseph Kediri, Minggu (25/10). Sarasehan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Kediri dalam paparannya menyampaikan fakta keberagaman di Kota Kediri.

Baca Juga : Dinas Pendidikan Kota Batu Ajak Tanam Pohon di HUT ke-19 Kota Batu

“Kota Kediri ini memiliki jumlah penduduk sebesar 287.409 jiwa tapi pada siang sampai malam hari meningkat hingga 3 juta jiwa sehingga di Kota Kediri ini padat sekali. Setelah kita  _breakdown_ ternyata jumlah penduduk berdasar agama yaitu Islam 207.714 jiwa, Katolik sebesar 6.360 jiwa, Protestan 16.446 jiwa, Hindu  221 jiwa, Budha 1.104 jiwa  dan lainnya 105 jiwa," ucapnya.

"Kemudian pengelompokkan penduduk berdasar usia juga beragam. Lalu kalau kita dalami lagi di Kota Kediri, mulai tahun 1998 itu ada namanya Paguyuban Antar Umat Beragama, kalau kita cek kedalamannya lagi akhirnya kita mendapatkan bahwa di Kota Kediri ini memang harmonis sekali,” imbuhnya.

Lebih lanjut Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar juga mengatakan bahwa keharmonisan di Kota Kediri terwujud salah satunya berkat komunikasi yang terjalin melalui Paguyuban Antar Umat Beragama (PAUB) yang terbentuk sejak 1998. Hal ini kemudian dijadikan referensi oleh pemerintah pusat untuk menjadi Forum Kerukukan Umat Beragama (FKUB) pada tahun 2004. FKUB Kota Kediri sering mengadakan silaturahmi setiap satu bulan sekali bila tidak ada pandemi seperti sekarang ini. 

Dalam pertemuan tersebut, diagendakan untuk berdiskusi dan bila ada suatu masalah yang terjadi bisa dicari solusinya. Selain dalam pertemuan tersebut FKUB Kota Kediri juga melakukan kunjungan seperti saat perayaan natal, perayaan Cap Go Meh, doa bersama saat hari jadi Kota Kediri, silaturahmi dengan warga Papua yang ada di Kota Kediri dan lainnya.

“Sekarang ini jamannya kolaborasi, jadi kita harus bersama-sama membangun kota. Karena yang bisa membuat majunya Kota Kediri itu ya warga Kota Kediri juga yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat. Kebersamaan ini harus kita jaga, kita rajut bersama-sama, kita mau mikir sama-sama, maka saya yakin semuanya akan indah dan berjalan dengan baik dan semuanya akan mendapat solusi. Ini kuncinya di Kota Kediri,” tambahnya.

Sementara itu Ketua Komisariat Daerah Pemuda Katolik Provinsi Jawa Timur Agatha Retnosari mengatakan bahwa penting sekali untuk lebih fokus dan memberi arah serta bimbingan mengenai penggunaan teknologi untuk kaum muda, anak-anak dan perempuan. “Disamping itu, saya juga berpesan kepada semuanya untuk selalu manfaatkan jejaring yang sudah ada, selalu bekerjasama dengan semua pihak agar bisa bersama-sama membangun kesejahteraan untuk warga Kota Kediri,” tuturnya.

Baca Juga : Temui Aksi Masa, Ketua DPRD Trenggalek Minta Mahasiswa Percaya Wakil Rakyat

Narasumber terakhir Ketua Komisariat Cabang Pemuda Katolik Kota Kediri Regina Suwono juga mengatakan bahwa komunikasi dan juga inkulturisasi itu penting dalam gereja untuk bisa merangkul semua golongan. Namun hal tersebut juga bisa berlaku untuk semua agama. Lalu yang tak kalah penting yaitu kaderisasi untuk meningkatkan sumber daya yang unggul dengan demikian akan meningkatkan kemampuan intelektual dan terutama akan meningkatkan toleransi. Kaum muda juga bisa dikatakan ujung tombak dan jangan netral.

“Pesan saya untuk anak-anak muda tidak boleh main aman atau netral, karena anak muda itu punya karakteristik. anak muda itu memiki idealis yang tinggi dan masih berapi-api. dengan begitu kita harus berani menentukan sikap. Contohnya saat ada isu-isu yang sedang berkembang sebagai anak muda harus bisa menentukan sikap, apakah setuju atau sebaliknya dan harus disertai dengan alasan atau substansi yang jelas,”ujarnya.

Selain Walikota Kediri, Ketua Komisariat Cabang Pemuda Katolik Kota Kediri, dan Ketua Komda Pemuda Katolik Agatha Retnosari yang menjadi narasumber ada juga Ketua KNPI Kota Kediri Reza Darmawan dan Ketua Banser Kota Kediri Gus Wazid. Sebelum kegiatan sarasehan tersebut, Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kota Kediri Periode 2020-2023 dilantik dan Walikota Kediri sebagai saksinya.

Turut hadir dalam acara ini, FKUB Kota Kediri, Pendeta Romo Karyono, Pendeta Romo Hardo Iswanto, Pendeta Romo Jauhari, Romo Keuskupan Paroki Santo Yosef, Ketua Pemuda Katolik Pusat yang diwakili oleh bendahara umum Ardi Susanto dan anggota Pemuda Katolik Cabang Kota Kediri.