Ilustrasi. (Foto: Shutterstock).
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock).

Semakin hari, tingkat penambahan kasus covid-19 di Kota Malang terbilang melandai. Hal ini menjadikan Kota Malang mampu mempertahankan status zona oranye selama sebulan terakhir ini.

Hingga kemarin (Selasa, 20/10/2020) total kasus covid-19 berada di angka 1.946 dengan penambahan 9 kasus baru. Pasien yang sembuh juga meningkat 10 orang menjadi 1.712.

Baca Juga : Membanggakan, Kota Blitar Raih  Opini WTP 10 Kali Berturut-turut

Kemudian, pasien yang meninggal dunia tercatat 193 orang. Sedangkan yang masih dalam pantauan atau perawatan ada 41 orang.

Wali Kota Malang Sutiaji optimis Kota Malang bisa mengubah status kezonaan menjadi zona kuning pekan depan, mengingat angka kesembuhan yang dari hari ke hari mengalami lonjakan. "Mudah-mudahan minggu depan sudah masuk zona kuning," ujarnya.

Ia menyebut, berbagai langkah terus diupayakan untuk bisa membuat status kewilayahan berubah. Misalnya operasi yustisi yang terus digalakkan hingga penguatan di kampung tangguh.

"Operasi yustisi terus kami gerakkan. Penguatan kampung-kampung tangguh juga. Saat ini kesadaran masyarakat juga sudah tinggi (dalam penerapan protokol kesehatan pencegahan covid-19). Kemarin juga dapat bantuan dari tokoh agama (kampanye protokol kesehatan) kami sudah agak terbantu. Ini yang terus akan kami kuatkan," jelasnya.

Baca Juga : Dinas Peternakan Pemkab Blitar Gelar Pelatihan Olahan Ceker dan Jerohan

Lebih jauh, seiring dengan laju zona yang menurun ke zona kuning nantinya akan berpengaruh juga pada rencana sekolah tatap muka. Namun, tetap dengan pembatasan jumlah siswa setiap hari. Yang diperbolehkan hanya separo dari total siswa satu kelas.

"Pembukaan sekolah tidak harus zona hijau. Ketika di masyarakat saling mengerti dan patuh berkaitan masalah ini (covid-19), tidak menutup kemungkinan ini akan segera kami buka sekolah tatap muka. Tidak pakai virtual lagi. Tapi tetap masih kami bagi. Jadi, tidak 100 persen yang tatap muka. Ya 50:50 atau 60:40 persen," tandasnya.