Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Tulungagung, Galih Nusantoro saat menjelaskan peta sebaran Covid 19 (Joko Pramono for Jatim TIMES)
Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Tulungagung, Galih Nusantoro saat menjelaskan peta sebaran Covid 19 (Joko Pramono for Jatim TIMES)

Setelah 6 bulan tak ada pasien meninggal akibat Covid-19, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid 19 Tulungagung mengkonfirmasi adanya 1 pasien meninggal akibat Covid-19.

Dengan kematian ini, total ada 4 orang yang meninggal akibat Covid-19 di Tulungagung, sejak April 2020 lalu.

Baca Juga : Kepatuhan Warga Bermasker di Kota Malang Sudah 90 Persen

4 pasien meninggal itu berasal dari Kecamatan Boyolangu, Sumbergempol, Tulungagung dan Karangrejo.

Jubir GTPP, Galih Nusantoro menuturkan pasien meninggal akibat Covid-19 terakhir adalah TRS (52) dari Kecamatan Karangrejo. TRS merupakan salah satu paramedis di salah satu RS di Tulungagung.

“TRS merupakan kasus konfirmasi Covid 19 yang pernah kita rilis pada 22 Juli 2020,” ujar Galih, Sabtu (17/10/20) malam.

TRS sempat dinyatakan sembuh pada 25 Juli dan kembali menjalankan aktivitasnya sebagai paramedis. Pada 28 September lalu TRS mengalami gejala klinis Covid-19. Dari hasil swab yang diumumkan pada 30 September, TRS kembali dinyatakan positif.

TRS dirawat di RSUD dr. Iskak, namun kondisinya terus menurun dan dinyatakan meninggal akibat Covid-19 pada Jumat (16/10/20) lalu.

“Dilakukan proses pemulasaraan jenazah sesuai protokol Covid-19,” kata galih.

Disinggung status Tulungagung akibat tambahan pasien meninggal ini, Galih menjelaskan jika kondisi Tulungagung tetap dalam zona kuning. Dengan 4 pasien meninggal ini fatality rate (tingkat kematian) akibat Covid 19 masih di bawah 1 persen.

“Saat ini kita masih di zona kuning, 0,9 persen masih di bawah 1 persen,” terang Galih.

Baca Juga : Tempati Posisi 10 se-Jatim, Covid-19 di Kabupaten Malang Selisih 32 Kasus dengan Mojokerto

Sebagai perbandingan, tingkat kematian akibat Covid-19 di tingkat nasional mencapai 3,7 persen, sedang untuk tingkat Provinsi Jatim mencapai 4,09 persen.

Dari data per Sabtu 17 September 2020, pasien terkonfirmasi positif di Tulungagung mencapai  443 orang, dengan 404 pasien sembuh. Pasien yang menjalani perawatan 8 orang dan dikarantina sebanyak 28 orang, dan 4 orang meninggal dunia.

Terakhir, Galih meminta masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Tetap memakai masker saat di luar rumah, jaga jarak, sering mencuci tangan dan jauhi kerumunan.

“Tetap patuhi protokol kesehatan, sebagai kunci pencegahan Covid-19,” pungkasnya.