Mobil water Canon Polresta Malang Kota, saat melakukan penyemprotan di Jalan Ijen (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Mobil water Canon Polresta Malang Kota, saat melakukan penyemprotan di Jalan Ijen (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Penegakan hukum terhadap para pelanggar protokol kesehatan dalam operasi yustisi yang telah berlangsung sejak beberapa pekan, dinilai memberi dampak signifikan. Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata menyebut, ada penurunan jumlah konfirmasi positif Covid-19 dan tingkat kematian di Kota Malang.

"Kami juga menghitung ada korelasi antara penegakan dengan penurunan konfirmasi positif Covid-19 dengan penurunan tingkat kematian," jelas polisi dengan tiga melati di pundaknya itu (26/9/2020).

Baca Juga : Menuju Pilkada Damai, Polresta Banyuwangi Gelar Doa Kebangsaan

Leo menguraikan, sebelum marak operasi yustisi, per hari terdapat peningkatan 20 sampai 30 orang positif Covid-19. Sementara saat ini menjadi tidak lebih dari lima orang perhari.

"Tingkat kematian juga sama cukup rendah dan tingkat kesembuhan kita juga sama 25 orang per hari. Karena itu kami berharap bisa bertahan, sehingga terus bisa bergerak dari zona merah ke zona oranye," jelasnya.

Untuk lebih memaksimalkan upaya menuju zona oranye, pihak kepolisian juga melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah ruas jalan protokol. Misalnya di Jalan Simpang Balapan ke selatan, Jalan Ijen, Jalan Bandung, Jalan Veteran, Jalan Bogor, Jalan Mayjend Panjaitan dan Jalan Soekarno Hatta. Dalam penyemprotan, petugas menggunakan mobil Water Canon yang muat 6000 liter air.

"Ya ini upaya kami memutus mata rantai Covid-19. Tentunya virus bisa saja ada di mana-mana, tidak terlihat, makanya kami lakukan penyemprotan di sejumlah jalan protokol sebagai langkah antisipasi," bebernya.

Baca Juga : Sudah Dua Tahun Memimpin Pamekasan, PMII Desak Bupati Segera Selesaikan Konflik Tambang

Selain itu, pihaknya melakukan penutupan sejumlah ruas jalan, seperti Jalan Ijen. Pasalnya, lokasi tersebut seringkali dijadikan tempat nongkrong sejumlah komunitas sehingga menimbulkan kerumunan.

"Gini, kami melihat bahwa di tempat ini tidak ada UKM (usaha kecil menengah). Saya juga beberapa kali ada yang mengkritik karena mematikan ekonomi (penutupan jalan). Sedangkan jika kita lihat di sini (Jalan Ijen) mana ada UKM. Kita tidak melihat adanya UKM. Di sini sering dijadikan orang sebagai tempat balap liar sehingga kami lakukan penutupan. Berbeda dengan kawasan Jalan Veteran. Karena di situ banyak kegiatan ekonomi, makanya tidak kami lakukan penutupan," pungkasnya.