Ketua RT 01 RW 02 Kelurahan Menanggal Kecamatan Gayungan, Aan Ainur Rofik
Ketua RT 01 RW 02 Kelurahan Menanggal Kecamatan Gayungan, Aan Ainur Rofik

Ketua RT 01 RW 02 Kelurahan Menanggal Kecamatan Gayungan, Aan Ainur Rofik mengaku kecewa dengan program lomba Surabaya Smart City (SSC) yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Surabaya. 

Pasalnya, selain waktu yang diberikan sangat pendek sehingga tidak ada persiapan, dana atau anggaran juga tidak mencukupi. 

Baca Juga : Bupati Faida Minta Jajaran BKAD Jember Rutin Berkomunikasi dengan Stakeholder

Aan yang baru menjabat sebagai ketua RT selama enam bulan ini mengaku mendapat panggilan dari Ketua RW setempat untuk menerima uang senilai Rp 425.000 sekitar pertengahan bulan September ini. 

"Katanya kampung saya terpilih ikut lomba kampung bersih atau Surabaya Smart City," jelasnya, Kamis (24/9/2020). 

Setelah mendapat uang tersebut, ia harus menata kampung menjadi lebih bersih dan memiliki taman yang berisi tanaman obat keluarga (toga). 

"Namun faktanya uang tidak cukup. Karena kita harus siapkan taman. Dalam dua minggu tim juri datang untuk menilai. Setelah dinilai kami dapat informasi di surat kabar kampung saya tidak lolos," tandasnya. 

Hal yang membuatnya menjadi kecewa adalah informasi tentang program SSC yang terkesan mendadak. Sehingga, persiapan menjadi kurang maksimal. 

"Kenapa informasi lomba itu mendadak kira-kira dalam dua tiga minggu kita diberi tahu di-support Rp 425 ribu. Satu minggu kemudian juri datang," imbuhnya. 

Pasca kalah, juri juga tidak menyampaikan evaluasi kepada kampung yang gagal masuk daftar 500 besar. "Harusnya ada evaluasi," harapnya. 

Baca Juga : Bupati Sanusi Target 120 Ribu Sertifikat Bidang Tanah Setiap Tahun

Di sisi lain, Aan juga turut mempertanyakan berapa nilai anggaran tiap RT untuk mengikuti lomba SSC tersebut. Sedangkan uang diberikan begitu saja tanpa ada surat kwitansi maupun tanda tangan. 

"Kok saya dikasih info RW Rp 1 juta dibagi 2 RT, dipotong pajak. Masing-masing RT Rp 425.000," tuturnya. 

Aan mengaku khawatir jika hal serupa juga menjadi pertanyaan kampung lain di Surabaya. Baik tentang kriteria kekalahan atau kemenangan maupun terkait pendanaan. 

"Jangan-jangan ini terjadi di kampung dan RT yang lain terkait dengan dana yang diberikan oleh penyelenggara pihak Kota Surabaya," imbuhnya.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan JatimTIMES tengah berusaha mendapatkan konfirmasi terkait lomba Surabaya Smart City pada penyelenggara.