Suhut, pedagang pasar setonobetek ( Foto: Bams Setioko/JatimTIMES)
Suhut, pedagang pasar setonobetek ( Foto: Bams Setioko/JatimTIMES)

Penutupan satu blok di Pasar Setono Betek Kota Kediri Jawa Timur, akibat satu orang pedagang dinyatakan Covid-19 berdampak bagi pedagang lainnya.

Untuk diketahui, satu blok yang dilakukan penutupan tersebut ialah Blok D. Di mana ada satu pedagang pracangan atau sembako dinyatakan Covid-19.

Baca Juga : Rapat dan Sekolah Sering Virtual, Peralatan Komputer hingga Laptop Banyak Dicari

Seperti yang diutarakan oleh Suhut, meski kios yang dimilikinya tak terkena penutupan oleh petugas, namun kios yang berada dekat dengan lokasi Covid berdampak dengan hasil penjualannya di pasar. "Jadi sepi sekarang. Sebelumnya juga sepi karena situasi pandemi dan ini tambah sepi ketika lokasi jualan saya ini berada dekat dengan lokasi yang terkonfirmasi positif Covid," katanya saat ditemui di kiosnya, Rabu (23/9/20).

Menurut Suhut, setiap harinya ia sering memperoleh pendapatan sekitarRp  2 juta rupiah. Namun saat ini pendapatannya menurun drastis menjadi Rp 500 ribu rupiah dalam sehari.

Ia pun hanya bisa berharap, agar situasi pandemi di tanah air segera berakhir. Mengingat perihal tersebut membuat perekonomiannya semakin terpuruk.

Baca Juga : Panen Tembakau, Ini Kata Bupati Soal Penjualan Tembakau Lumajang

Diketahui, di lokasi lapak Blok D ini telah dilakukan penutupan semenjak 21 September 2020 kemarin. Hingga detik ini, status Blok D masih dilakukan penutupan dengan diberikan garis Police Line sebagai simbol jika kawasan tersebut dilarang masuk dan rawan berbahaya.