Tompi (Instagram dr_tompi)
Tompi (Instagram dr_tompi)

Para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) tak harus menyikapi pandemi Covid-19 yang berkepanjangan dengan sudut pandang negatif. Bahkan, Tompi melihat ada peluang lain yang bisa diambil saat pelaku ekraf banyak beraktivitas di rumah. 

Tompi mengatakan, masyarakat harus bisa membuat mindset bahwa pandemi bukanlah akhir dari segalanya. Menurutnya, dengan lebih banyak waktu beraktivitas di rumah, para pelaku ekraf bisa melakukan sesuatu hal yang nantinya bisa menghasilkan.

Baca Juga : Kreatif di Masa Pandemi, Mahasiswa PKM Unisba Beri Pelatihan Membuat Masker

"Kita sebenarnya jika mengambil makna positif, adalah kita punya waktu lebih. Contohnya saya musisi punya waktu lebih untuk mikirin lebih detail (tentang lagu) dan mungkin akan dipasarkan nanti setelah pandemi," kata Tompi.

Pemilik tembang Sedari Dulu itu pun curhat saat tampil dalam Mbois Grandshow, Festival Mbois 5 yang digelar Bank Indonesia (BI) Malang. Dia mengajak masyarakat untuk yakin pada yang sudah dikerjakan. Karena dari keyakinan tersebut, akan muncul penilaian dari orang untuk produk yang sudah dihasilkan.

"Kerjakan apa yang kalian suka. Jangan terpaku duitnya. Bikin aja (produknya) dulu, nanti yang menilai orang dan pasti akan menjadi duit," pesan Tompi.

Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di tengah masa pandemi Covid-19, Kantor Perwakilan (Kpw) Bank Indonesia (BI) Malang menyebut ekonomi kreatif adalah sektor yang sangat potensial. Hal itu karena anak-anak muda Malang memiliki kreativitas tinggi untuk mengolah suatu industri kreatif menjadi menarik untuk dinikmati. 

Jika industri ekraf bisa berjalan, diharapkan dapat membantu usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) dalam meningkatkan sektor penjualannya.

Baca Juga : Kemenparekraf Akui Kota Malang sebagai Kota Kreatif karena Ini

"Untuk saat ini, sektor ekonomi yang sangat potensial adalah ekonomi kreatif. Itu sudah terlihat ketika saya ditugaskan di Malang, saya mengerti bahwa Malang memiliki kreativitas cukup tinggi," ujar Kepala Kpw BI Malang, Azka Subhan.

Azka mencontohkan, melalui kegiatan seperti Festival Mbois yang sudah digelar masyarakat bisa memetik pesan untuk tetap kreatif dan semangat dalam mensiasati hidup di tengah keterbatasan. Padahal secara ekonomi, baik UMKM, pelaku seni, industri kreatif ataupun masyarakat pada umumnya juga terdampak.

''Semoga dari pertemuan para pelaku kreatif ini bisa jadi momentum spirit baru para pelaku industri kreatif di Malang untuk kembali bangkit. Kami dari BI yang diemban amanah untuk membantu memulihkan ekonomi. Intinya kita harus kreatif dari segala cara," imbuh Azka.