Pelatihan membuat masker digelar Retno Ambarwati mahasiswa PKM Unisba Blitar
Pelatihan membuat masker digelar Retno Ambarwati mahasiswa PKM Unisba Blitar

Pandemi covid-19 berdampak di segala lini kehidupan masyarakat. Ya, selain imbas kesehatan, covid-19 juga berdampak terhadap sektor perekonomian. Imbas di sektor ekonomi ini membuat banyak masyarakat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Hal inilah yang membuat mahasiswa Program Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar menggelar pelatihan membuat masker. Pelatihan keterampilan kerja tersebut dilaksanakan Retno Ambarwati Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris dari Fakultas Keguruan dan  Ilmu Pendidikan (FKIP) kepada Ibu-ibu warga terdampak covid-19 di Desa Bacem, Kecamatan ponggok, Kabupaten Blitar.  

Baca Juga : Prioritaskan Rasa Aman dan Nyaman Pelanggan, Grab Beri Pelatihan Bagi Pengemudi

Dalam pelatihan ini seluruh peserta dilatih untuk membuat masker dengan berbagai varian dan disesuaikan dengan standar kebutuhan pelindung diri. Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari yakni 29 agustus sampai 31 agustus 2020.

“Yang mendapatkan pelatihan adalah ibu-ibu yang ada disekitar  RT 7 RW 1 kecamatan Ponggok kabupaten Blitar. Untuk peserta, kami memilih ibu-ibu yang sudah memiliki kemampuan menjahit dan alatnya. Mereka kami berikan tutorial membuat masker yang sesuai dengan standar anjuran pemerintah,” ungkap Retno. 

Dikatakannya, selain menaati pemerintah untuk memakai masker kain, diharapkan dengan membuat masker sendiri bisa menjadi alternative bagi ibu-ibu di Desa Bacem untuk kreatif dalam mengisi waktu dirumah saja. Ya, membuat masker bisa dijadikan aktivitas ekonomi untuk meningkatkan perekonomian rumah tangga di masa pandemi.

“Selain memenuhi masker untuk pribadi, masker-masker yang diproduksi ini bisa dijual. Mengisi waktu dirumah saja bisa lebih bermanfaat dan meningkatkan ekonomi,” tukasnya. 

Lebih dalam dia menyampaikan, di masa situasi pandemi covid-19 ini masyarakat harus tetap menjaga produktivitas. Masyarakat harus bisa memanfaatkan peluang dengan kreatifitas dan berkreasi. “Pandemi covid-19 ini kita tidak tahu kapan berakhirnya. Kita harus terus berkreasi. Sehingga ketika nantinya situasi sudah pulih dan normal kembali masyarakat sudah bisa langsung memasarkan hasil produksi kreatifnya,” pungkasnya.

Baca Juga : Tekad Kembangkan IKM, Dekranasda Kota Malang Siap Gencarkan Pelatihan

Sebagaimana diketahui, Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar kembali menerjunkan para mahasiswanya untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di tengah situasi pandemi Covid-19. Kuliah kerja nyata (KKN) tahun 2020 digelar dengan warna baru menjadi Program Kegiatan Mahasiswa (PKM).

PKM dilaksanakan mahasiswa di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing dengan menerapkan protokol kesehatan. PKM dilaksanakan selama satu bulan mulai 15 Agustus hingga 15 September 2020.  

Melalui PKM, Unisba Blitar mendorong mahasiswa melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus menjadi relawan untuk memutus mata rantai Covid-19 dengan menggunakan aplikasi Inarisk yang dilakukan pendataan di warga masyarakat sekitar tempat tinggalnya. Selain itu, mahasiswa peserta PKM  dituntut untuk melaksanakan kegiatan bantu kepada masyarakat. (Adv)