Deputi Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Muhammad Neil El Himam. (tangkapan layar Festival Mbois)
Deputi Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Muhammad Neil El Himam. (tangkapan layar Festival Mbois)

Deputi Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Muhammad Neil El Himam mengatakan tidak salah jika Kota Malang mendapatkan penghargaan kota kreatif. Hal itu karena banyak perguruan tinggi di Kota Malang sehingga memunculkan satu ide gagasan baru yang kreatif dalam subsektor digital.

Dia mengakui, pemulihan ekonomi melalui bidang ekonomi kreatif memang tidak mudah. Diperlukan sebuah kolaborasi antara stakeholder terkait. Juga kepedulian pelaku industri kreatif agar menciptakan suatu solusi bagi kesulitan yang dihadapi akibat pandemi covid-19.

Baca Juga : Warga Tuban Keluhkan Sulitnya Daftar Banpres UMKM 2,4 Juta Rupiah

Saat menghadiri Festival Mbois 5 Grand Show secara virtual, Neil mengatakan bahwa salah satu alasan Kota Malang menjadi kota kreatif adalah beragam budaya yang dibawa masuk oleh mahasiswa baru setiap tahunnya di Kota Malang.

"Kota Malang adalah kota kreatif. Hal ini karena Malang Raya banyak kampus yang menghasilkan developer di bidang digital, sehingga Malang dinobatkan sebagai kota kreatif dari sektor digital," ujar Neil.

Bahkan, Neil mengaku kegiatan Festival Mbois yang diinisiasi Malang Creative Fusion (MCF) mampu membuat sebuah terobosan baru bagi pelaku industri kreatif untuk lebih berkembang meski terhalang oleh wabah covid-19 yang tak kunjung usai.

"Festival Mbois adalah kegiatan rutin tahunan. Tahun ke-5 dan saat ini bekerja sama dengan BI. Fokus ini untuk pelaku kreatif, UMKM, pariwisata untuk bisa kembali lebih baik di masa pandemi," harap Neil.

Baca Juga : Warga Tuban Keluhkan Sulitnya Daftar Banpres UMKM 2,4 Juta Rupiah

Menurut Neil, pelaku UMKM saat ini harus memiliki pemikiran ke depan dengan mengikuti perkembangan teknologi agar semakin meningkatkan penjualan produk yang dihasilkan.

"Pandemi dampaknya kuar biasa, terutama pariwisata dan ekonomi kreatif. Musik, film, kuliner juga sangat terdampak. Sekarang mereka harus rtransformasi secara digital. Ini sudah dimulai dari sekolah hingga pemerintahan karena rapat, tugas dan lainnya diselenggarakan secara virtual," paparnya.