Imam Basuki, Staf kantor DPRD Banyuwangi setelah sembuh sari Covid-19 (Nurhadi Banyuwangi Jatim Times)
Imam Basuki, Staf kantor DPRD Banyuwangi setelah sembuh sari Covid-19 (Nurhadi Banyuwangi Jatim Times)

Terkena Covid-19 bukanlah kutukan ataupun aib. Virus penyakit yang belum ditemukan penangkalnya ini potensial bisa menimpa siapapun. 

Pernyataan tersebut disampaikan Imam Basuki, salah seorang staf kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi yang beberapa waktu divonis positif terpapar Covid-19. Imam saat ini sudah sembuh serta melaksanakan tugas dan kewajiban memberikan pelayanan di tempat pengabdiannya Kantor DPRD Banyuwangi.

Baca Juga : Mengenal Rendra, Sutradara Asal Batu yang Karyanya Melanglang ke Berbagai Negara

Dari mulut Imam juga meluncur kisah terkait bagaimana dirinya berhadapan dengan virus Covid-19.

Dirinya mengawali kisah dengan ketidaktahuannya, di mana awalnya terpapar Covid-19. Pun proses dan hal lainnya, hingga dokter menyatakan dirinya positif Covid-19. Bagi pria asal Trenggalek tersebut, semuanya hingga kini masih jadi misteri. Meskipun sudah berupaya maksimal mencoba mengingat, namun sampai saat ini Imam, tidak tahu dan belum bisa memastikan dimana pertama kali terkena virus yang awalnya berasal dari Wuhan Negara China.

”Bagi saya dalam suasana pandemi saat ini semua orang potensial menjadi penyebar virus sekaligus potensi untuk terpapar Covid-19. Meskipun memiliki ketahanan tubuh yang baik dan mampu memberikan nasihat dan peringatan kepada orang lain,”jelasnya.

Selanjutnya dia menuturkan, pihaknya juga keberatan apabila kasus yang menimpanya dimasukkan klaster perkantoran bagi penyebaran wabah Covid-19. Karena sebelum dinyatakan positif, dia lebih dari 14 hari tidak melakukan kontak dengan salah seorang temannya yang pertama dinyatakan positif Covid-19 di lingkungan kantor DPRD Banyuwangi.

Alumni Fisipol Universitas Jember itu menambahkan, yang dia ingat pada saat menjalani perawatan di salah satu Rumah Sakit (RS) Swasta di Banyuwangi, karena sakit selama tiga hari hasil rapid tesnya negatif. Namun karena masih merasa kondisinya belum nyaman, akhirnya memutuskan tes darah dan dokter mendiagnosa ada gejala demam berdarah (DB) dan harus menjalani perawatan selama sepekan di rumah sakit yang sama.

Kemudian, setelah lima hari menjalani pengobatan akhirnya menjalani Swab dan PCR yang hasilnya positif Covid-19. Akhirnya dia harus menjalani program pengobatan dan isolasi mandiri di RSUD Blambangan Banyuwangi.

”Dengan penanganan yang baik dari para dokter dan tenaga kesehatan serta asupan gizi yang bagus setelah tiga hari menjalani program isolasi mandiri, kami dinyatakan sembuh. Dan melanjutkan isolasi mandiri di rumah sampai dengan total sembuh dan bersih,”tambahnya.

Rasa duka yang dirasakan berat bagi Imam bersama keluarganya adalah sanksi sosial dari masyarakat di lingkungan sekitarnya saat harus dijemput petugas kesehatan setelah dinyatakan positif Covid-19. Pada saat ini petugas kesehatan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap termasuk menggunakan hazmat melakukan penyemprotan disinfektan di rumahnya.

Namun tetap sabar ikhlas dan tawakal dalam menghadapi ujian, dia bersama istri dan anak-anaknya berupaya tetap tenang, tidak panik dalam menjalani program pengobatan dan perawatan dari petugas kesehatan yang dengan sabar dan telaten memberikan pelayanan terbaik.

Baca Juga : Salah Satu Polwan Tangguh Polres Malang, Mulai Ajudan Dubes Hingga Jabat Kasat Lantas

Rasa syukur terucap saat tim kesehatan menyatakan dia bersama keluarganya sudah sembuh dari Covid-19 yang bagi sebagian masyarakat masih dianggap sebagai aib atau penyakit kutukan karena kekurang tahuan dan keterbatasan pemahaman mereka terhadap pandemi wabah yang melanda dunia sejak bulan Maret 2020 lalu.

Imam berusaha memberikan penjelasan kepada warga yang ada di lingkungan sekitarnya dengan jujur, sabar dan apa adanya serta meyakinkan warga untuk menghilangkan stigma negatif terhadap orang yang sembuh dari Covid-19.

”Covid-19 bukan penyakit kutukan dan bagi warga yang terpapar bukan aib.  Virus tersebut merupakan wabah yang terjadi saat ini dan siapapun bisa potensial tertular maupun menularkan kepada keluarga maupun warga yang ada di lingkungan sekitarnya,” tegas Imam.

Untuk mencegah dan menanggulangi serta memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19, semua pihak diharapkan mematuhi dan tidak kendor dalam menerapkan protokol kesehatan dalam semua sendi kehidupan masyarakat. Baik di rumah, di tempat ibadah, di ruang kerja di kantor/instansi dan lain sebagainya.