Cultura, sebuah aplikasi mobile media pembelajaran dan pelestarian budaya Indonesia berbasis game. (Foto: istimewa)
Cultura, sebuah aplikasi mobile media pembelajaran dan pelestarian budaya Indonesia berbasis game. (Foto: istimewa)

Pandemi covid-19 membuat proses belajar mengajar menjadi berubah total. Penggunaan teknologi kini kian dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas pembelajaran. 

Namun, tahukah Anda, khusus pembelajaran budaya Indonesia bisa menggunakan game bernama Cultura.

Baca Juga : Implementasikan Kampus Merdeka, Mahasiswa ITN Malang Bisa Ambil Kuliah di Luar Kampus

Cultura merupakan sebuah aplikasi mobile media pembelajaran dan pelestarian budaya Indonesia berbasis game. Cultura diciptakan oleh tiga mahasiswa Program Studi Teknik informatika (Prodi TIF) Angkatan 2018 Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (Filkom UB) yang tergabung dalam tim Udoksi. Tiga mahasiswa tersebut adalah Syahsiyah Rohidah, Fadhil Arif Muhammad, dan Dina Noviana.

Dijelaskan Syahsiyah, ide pengembangan aplikasi Cultura ini dilatarbelakangi oleh fenomena kurangnya minat masyarakat Indonesia untuk mengunjungi objek budaya karena cenderung lebih senang mengunjungi objek wisata lainnya seperti wisata bermain dan belanja. "Cultura dengan berbagai fitur yang ditawarkan dapat mempermudah masyarakat untuk mengenal objek budaya yang ada di sekitarnya," kata dia.

Oleh karena itu, Cultura menampilkan dua fitur. Pertama adalah fitur pencarian kota atau tempat objek budaya. Fitur ini bisa menampilkan objek budaya terdekat dari lokasi pengguna dan menampilkan informasi detail tentang objek budaya tersebut.

Kedua adalah fitur challenge, yaitu fitur daftar tantangan yang dapat diambil dan diselesaikan oleh pengguna berdasarkan jangka waktu yang telah ditentukan. "Pengguna harus menemukan objek budaya yang ditentukan dengan bantuan peta petunjuk lokasi, kemudian mengambil gambarnya dengan kamera smartphone android yang sudah ditunjang teknologi augmented reality di aplikasi Cultura," jelasnya.

Jika berhasil menyelesaikan challenge, pengguna akan mendapat reward berupa poin yang dapat ditukarkan dengan fitur pendukung berbayar pada aplikasi Cultura. “Cultura dibuat dalam jangka waktu enam bulan, mulai dari menggagas inovasi, prototyping dan perancangan front-end aplikasi,” timpalnya.

Sebagai informasi, Cultura mendapat juara 1 kategori App Development dalam ITFEST 2020 yang diselenggarakan Universitas Sumatera Utara (USU).

Baca Juga : Germas Lawan Covid-19, Mahasiswa PKM Unisba Blitar Kampanyekan Pemanfaatan Toga

Disampaikan juga oleh Syahsiyah bahwa dirinya beserta rekan satu tim harus melewati tiga tahapan seleksi. Yaitu babak penyisihan satu merupakan tahapan seleksi proposal, babak penyisihan dua merupakan tahap seleksi video aplikasi, dan babak final yang merupakan tahap seleksi presentasi dan pembuatan aplikasi.

Penyelenggaraan babak final yang semula dijadwalkan Maret 2020 di Medan sempat diundur karena kondisi pandemi. Babak final akhirnya diselenggarakan Agustus 2020 secara daring. Para finalis baru mendapatkan jadwal final H-10 deadline pengumpulan produk akhir.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Syahsiyah dan kawan-kawan mengingat mereka harus menyempurnakan produk dalam waktu relatif singkat, yakni 10 hari, dalam kondisi berjauhan satu sama lain dan di tengah kesibukan masing-masing.