Mulai menipisnya stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kediri, membuat mereka mulai lakukan jemput bola dengan melakukan kegiatan donor darah massal di luar kantor.
Kepala UTD PMI Kediri, dr Arin Istiyani mengatakan, kegiatan donor darah masal per hari ini telah mulai diperbolehkan, hal itu ditandai dengan adanya donor darah di Kantor Kecamatan Ngasem, yang dilakukan hari ini.
Baca Juga : 88 Pelaku UMKM di Kabupaten Kediri Terima Bantuan CSR
“Kita sudah mulai jemput bola, melakukan donor darah di Kecamatan Ngasem. Di mana pada hari ini diikuti sekitar 112 pendonor,” ucapnya.
Wanita yang akrab disapa Arin itu juga mengatakan, untuk proses donor sendiri menggunakan protokol kesehatan ketat. Di mana para peserta harus melakukan pengecekan suhu tubuh dan cuci tangan. “Tetap dengan protokol kesehatan yang ada,” ujarnya.
Arin juga menyebut, disetiap kegiatan jemput bola pihaknya menarget sebanyak 50 kantong darah. “Alhamdulillah hari ini kami mendapatkan lebih dari target yakni sebanyak 112 kantong," ucapnya bahagia.
Dari total kantong tersebut ia berharap banyak mendapatkan golongan darah O dan A. “Semoga yang didapat banyak golongan darah O sama A. Karena saat ini golongan darah tersebut sedang menipis stoknya.” imbuhnya,
Sementara itu, Ari Budianto Camat Ngasem, menuturkan, kegiatan kali ini merupakan agenda rutin 3 bulan sekali.
Baca Juga : Operasi Tumpas Narkoba 2020, Polres Kediri Mengamankan 23 Kasus Obat Terlarang
“Kecamatan Ngasem sudah punya jadwal berkala di PMI Kediri setiap 3 bulan sekali. Kebetulan kemarin dari pihak Front One ada kegiatan donor darah akhirnya kita padukan dengan kegiatan kita. Akhirnya jadi lah acara ini,” ucapnya.
“Dengan target ini Alhamdulillah kami dapat membantu PMI untuk memenuhi target stok darah. Semoga lebih banyak lagi darah yang ada di PMI,” tandasnya.