Wali Kota Malang Sutiaji. (Foto: Humas Pemkot Malang).
Wali Kota Malang Sutiaji. (Foto: Humas Pemkot Malang).

Meski pandemi Covid-19 urung usai, namun perlahan laju pertumbuhan perekonomian yang terdampak mulai digencarkan untuk ditingkatkan. Untuk saat ini secara makro pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur (Jatim) berada di angka minus 5,9. Angka tersebut dinilai jumlah yang terendah se-Jawa.

Meski begitu, Kota Malang nampaknya menjadi salah satu penyumbang peningkatan pertumbuhan ekonomi di Jatim. Hal itu dijelaskan Wali Kota Malang Sutiaji saat ditemui di Balai Kota Malang, Selasa (8/9/2020).

Baca Juga : Peduli Guru Ngaji dan Guru Minggu, Wali Kota Santoso Turun Langsung Beri Pembinaan

"Memang secara makro itu minus 5,9. Untuk informasi dari pak wagub (Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak) sebagai satgas recovery ekonomi, Kota Malang mensupport 60 persen pertumbuhan ekonomi di Jatim," ujarnya.

Dari 60 persen tersebut, sektor kuliner masih mendominasi. Mulai dari makanan siap saji, berjenis frozen, hingga pengelolaan makanan berbasis online. "Yang banyak masih kuliner, jadi makanan siap saji dan frozen. Serta sekarang mulai bergerak juga di sektor garment (produksi pakaian dan lainnya)," imbuhnya.

Ia tak menampik, banyak dukungan dan stimulus yang diberikan oleh pemerintah pusat untuk mendukung stimulus bagi pengusaha di daerah dalam meningkatkan pendapatan. Hanya saja, potensi di lapangan di masa pandemi Covid-19 dirasa masih belum kuat untuk mendongkrak perekonomian.

"Dana-dana stimulus yang diberikan oleh pemerintah perlu ditangkap oleh kelompok pengusaha. Sebenarnya diberikan ruang, jadi ruangnya bebas dan potensinya ada. Cuma domain kan masih lesu, pasar masih lesu," imbuhnya.

Baca Juga : BLT UMKM di Kota Malang sudah Cair, yang belum Dapat Silakan Daftar ke Diskopindag

Di sisi lain, saat ini sektor ekonomi kreatif (Ekraf) juga akan kembali digencarkan untuk menambah laju pertumbuhan ekonomi. Termasuk, dibukanya sektor usaha jasa pariwisata seperti perhotelan, restoran, dan area wisata.

"Ekonomi Kreatif ini juga peluang kita ke arah sana. Pelan tapi pasti sudah kita identifikasi. E-cammers sudah kita jalankan. Database UMKM kita memang di inventarisir, nanti akan dicarikan program stimulus yang tepat," terangnya.