Wali Kota Malang Sutiaji saat meminta pelanggar melafalkan Pancasila sebagai hukuman tak kenakan masker (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji saat meminta pelanggar melafalkan Pancasila sebagai hukuman tak kenakan masker (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Angka kepatuhan dan kesadaran masyarakat Kota Malang untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan nampaknya masih sangat rendah. Terlihat, ada puluhan pengendara yang terjaring dalam razia pemakaian masker yang dilakukan Wali Kota Malang Sutiaji di kawasan Jl Tugu atau depan Balai Kota Malang, Selasa (8/9/2020) sore.

Hanya dalam 30 menit saja, ada lebih dari 35 pengendara yang dihentikan lantaran tak mengenakan masker. Mereka kemudian dihukum untuk menghafalkan Pancasila, menyanyikan lagu Indonesia Raya, melakukan push up, hingga menyapu jalanan.

Baca Juga : Sebar Wastafel Portabel di 30 Titik, PDAM Kota Malang Ajak Masyarakat Disiplin Covid-19

Melihat angka kepatuhan yang masih rendah,  Sutiaji berpesan, agar masyarakat lebih disiplin lagi mengenakan masker saat beraktivitas. Karena saat ini, masker bisa disebut sebagai sebuah kebutuhan dan bukan lagi kewajiban.

"Angka kepatuhan masyarakat masih rendah, maka harus ditingkatkan kesadaran dan kedisiplinannya," terangnya di sela razia masker.

Lebih jauh Sutiaji menerangkan, aturan berkaitan dengan protokol kesehatan, termasuk pemakaian masker sudah ada. Baik dalam Inpres Nomor 6 Tahun 2020 maupun Peraturan Wali Kota Malang Nomor 30 Tahun 2020. Seluruhnya mewajibkan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan.

Dia juga menegaskan, jika pemakain masker bertujuan melindungi diri sekaligus mencegah penularan. Terlebih saat ini penularan Covid-19 tidak bisa diprediksi. Karena banyak terdapat kasus di mana seseorang langsung meninggal dunia hanya dalam beberapa hari dinyatakan positif Covid-19. Padahal sebelumnya yang bersangkutan tak memiliki gejala, sebelum akhirnya dilakukan tes swab.

"Namanya virus. Ada yang langsung meninggal padahal sebelumnya tidak ada gejala," terangnya.

Dengan upaya pengendalian penularan melalui razia dan sosialisasi yang rutin dilakukan, diharapkan angka kepatuhan masyarakat terus meningkat. Sehingga, angka penyebaran Covid-19 di Kota Malang dapat terus ditekan.

Baca Juga : Peduli Guru Ngaji dan Guru Minggu, Wali Kota Santoso Turun Langsung Beri Pembinaan

Sementara Itu, salah satu mahasiswa perguruan tinggi di Kota Malang, Jack mengaku, jika ia lupa mengenakan masker saat ke luar rumah. Sehingga, dia berkendara tidak mengenakan masker dan diminta untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh petugas.

"Saya tergesa-gesa tadi, jadi kelupaan. Biasanya selalu pakai. Tapi terima kasih karena sudah diingatkan, karena saya salah tidak kenakan masker," katanya.

Sebagai informasi, hingga Senin (7/9/3020) kemarin, tercatat ada 1.436 kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Malang. Angka tersebut mengalami penambahan 30 kasus baru dibanding hari sebelumnya. Dari total kasus positif, 117 diantaranya meninggal dunia, 932 sembuh total, dan 387 masih dalam masa pemantauan.