Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan di masa pandemi covid-19, Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengadakan Lomba Pasar Siaga Covid 19. Dari hasil penjurian, bertempat di Gedung Radya Suyoso Komplek Kepatihan Senin (31/08/2020) Pasar Tradisional Prambanan terpilih sebagai pemenang dengan predikat best of the best.
Selain kategori best of the best, dari seluruh pasar tradisional yang dilakukan penilaian, juga terpilih empat pasar yang berhak mendapatkan piala dan uang pembinaan dengan dua klasifikasi. Untuk klasifikasi A, Pasar Imogiri Kabupaten Bantul terpilih sebagai juara I dan Pasar Beringharjo Kota Yogyakarta sebagai Juara II. Sementara untuk pasar klasifikasi B, Pasar Gedhong Kuning Kota Yogyakarta terpilih sebagai juara I dan Pasar Gentan Kabupaten Sleman sebagai juara II.
Baca Juga : Pembangunan RTH di Kota Malang Tak Capai Target, Apa Sebabnya?
Sebagai penghargaan, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Tri Saktiyana menyerahkan piala sekaligus uang pembinaan sebesar 10 juta rupiah untuk peraih best of the best. Juara I berhak atas uang pembinaan sebesar 8 juta rupiah untuk klasifikasi A dan 7 juta untuk klasifikasi B. sedangkan juara II berhak atas uang pembinaan sebesar 5 juta rupiah untuk klasifikasi A dan 4,5 juta rupiah untuk klasifikasi B.
Dalam sambutan sebelum penyerahan penghargaan, Tri Saktiyana mengutip pesan Presiden RI Joko Widodo mengenai terminologi gas dan rem. Menurut dia, gas diartikan sebagai capaian ekonomi yang harus dipastikan tumbuh dengan cepat. Sedangkan rem berarti bentuk kehati-hatian dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.
“Ketika indikator kesehatan membaik sebagai lokomotif, maka secara otomatis gerbong ekonomi akan terseret maju dengan baik. Tetapi ketika gerbong kesehatan melambat, maka kinerja ekonomi juga juga melemah,” tandas Tri Saktiyana.
Sebagai dinas yang membina Pasar Beringharjo dan Gedhong Kuning, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono mengucapkan rasa syukurnya dengan penghargaan yang diraih kedua pasar di kota ini. Lebih lanjut Sutono berharap agar torehan membanggakan ini bisa menjadi contoh bagi pasar-pasar lain dalam penerapan protokol kesehatan.
“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada paguyuban pedagang pasar dan seluruh elemen komunitas pasar atas partisipasinya, sehingga protokol kesehatan pasar siaga covid-19 berjalan dengan optimal,” ucapnya usai acara.
Baca Juga : Peringati Sewindu Keistimewaan DIY, Fokus Garap 5K
Sutono juga meminta kepada seluruh lurah pasar di Kota Yogyakarta agar selalu mengecek kondisi sanitasi di wilayah kerjanya. Menurut dia, lurah pasar harus selalu memastikan bahwa fasilitas wastafel berfungsi dengan baik sekaligus mengecek ketersediaan sabun cuci tangan.
Bahkan ia bila ada laporan wastafel tidak berfungsi dengan baik, ia langsung menugaskan lurah agar segera memperbaiki sehingga dapat berfungsi kembali. “Harapannya, pengunjung maupun pedagang juga rutin cuci tangan,” pungkasnya.