Wali Kota Malang Sutiaji. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)..
Wali Kota Malang Sutiaji. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)..

Pengambilan tes swab bagi keluarga pasien Covid-19 yang meninggal dunia yang berebut jenazah dengan petugas Tenaga Kesehatan (Nakes) di RST Soepraoen Kota Malang, nampaknya memang masih sulit.

Petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang memang telah mengupayakan, namun langkah itu masih terhenti. Kaerna itu, pihak keluarga belum dilakukan tes swab. Padahal, hasil swab dari pasien yang sebelumnya PDP itu telah dinyatakan positif Covid-19.

Baca Juga : Pengurus DPD  LDII Banyuwangi Ikuti Upacara Detik-detik Proklamasi Secara Virtual

Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan upaya untuk melakukan tes swab kepada utamanya pihak keluarga pasien per hari ini (Selasa, 18/8/2020) dilakukan bersama petugas kepolisian dari Polresta Malang Kota.

"Saat ini kapolres turun langsung akan men-Tracing dan melakukan swab kepada orang-orang di sekitarnya yang kemarin positif (Jenazah pasien Covid-19, Red)," ujarnya.

Jika tetap tidak ada perubahan, atau pihak yang bersangkutan tetap tidak mau untuk melakukan tes swab maka segala upayanya diserahkan sepenuhnya kepada pihak Kepolisian. Dalam hal ini, petugas kepolisian juga bersinergi dengan petugas kesehatan wilayah yakni Puskesmas Kedungkandang. 

"Biar pihak kepolisian nanti yang jalan (terkait keluarga yang tak mau dilakukan swab). Nanti bersama puskesmas wilayah biar nggak mengalami kendala," imbuhnya.

Lebih jauh, Sutiaji menyebut jika pihak keluarga memang telah menyetujui untuk mengisolasikan diri. Hanya saja, proses untuk tes memang masih sulit.

Baca Juga : Usai Swab Terakhir, ASN Pemkab Malang Dinyatakan Sembuh, Pendopo Normal lagi

Sebab, dalam hal ini pihak keluarga meminta bukti resmi jika anggota keluarganya yang meninggal itu memang benar terkonfirmasi positif Covid-19. "Sebenarnya sudah dikasih tahu, dan mau mengisolasikan diri (pihak keluarga yang sempat berebut jenazah pasien Covid-19). Keluarganya memang keluarga yang taat tapi minta bukti saja," tandasnya.

Sebagai informasi, insiden perebutan jenazah pada Sabtu (8/8/2020) lalu viral di berbagai sosial media. Meski berhasil dicegah, dari video yang beredar sejumlah warga sempat bersentuhan langsung dengan jenazah berjenis kelaminlaki-laki tersebut.

Bahkan, dalam video berdurasi kurang lebih 2 menit tersebut terlihat seorang warga membuka kantong jenazah dan menciumnya. Beberapa warga juga sempat membawa jenazah itu sebelum akhirnya dilakukan pemulasaraan jenazah dengan standar protokol Covid-19.