Ilustrasi.(Foto : Ist/Google Images)
Ilustrasi.(Foto : Ist/Google Images)

Setelah berstatus sebagai zona oranye, Kabupaten Blitar kembali ditetapkan sebagai zona merah per tanggal 11 Agustus. Ada beberapa indikator yang menyebabkan Kabupaten Blitar kembali bertatus zona merah. Diantaranya penambahan kasus yang  terus menerus selama beberapa minggu terakhir. Terbanyak pada 5 Agustus lalu ada penambahan 51 pasien terkonfirmasi positif.

“Perubahan status ke zona merah disebabkan 14 indikator. Salah satu indikatornya penambahan kasus yang terus menerus selama dua minggu terakhir,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr Kuspardani, Rabu (12/8/2020). 

Baca Juga : Kota Madiun Kembali Tambah 2 Pasien Positif Covid-19

Kuspardani menambahkan, BNPB menetapkan Kabupaten Blitar sebagai zona merah setelah ahli epidemologi mempelajari tentang  penyebaran penyakit beserta faktor-faktor yang dapat memengaruhi kejadian.

“Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Blitar naik signifikan disebabkan kami gencar laksanakan swab test secara masif.  Penambahan ini merupakan hasil tracing pasien positif sebelumnya. Setelah tracing kita langsung utamakan tes swab kepada kontak erat secara masif jadi banyak sekali tambahannya," urainya. 

Lebih lanjutnya dia menyampaikan, penambahan kasus yang signifikan ini Pemkab Blitar bergerak cepat. Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar telah berkoordinasi dengan semua camat dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk terus melakukan pengawasan dan sosialisasi di masyarakat terkait pentingnya menerapkan protokol  kesehatan. 

"Selain berkoordinasi dengan seluruh camat dan kepala OPD, kami terus turun ke masyarakat untuk memberikan sosialisasi,” papar Kuspardani. 

Sekedar diketahui, hingga 12 Agustus 2020 kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Blitar mencapai 294 kasus. Rinciannya, 222 sembuh, 56 diobservasi dan 16 meninggal dunia. Selain Kabupaten Blitar, 5 daerah lain di Indoensia juga masuk dalam zona merah yakni Gresik, Sidoarjo, Jember, Bondowoso dan Kota Malang.

Baca Juga : Penderita Bibir Sumbing Bisa Operasi Gratis di RSUD Kanjuruhan

“Meningkatnya kasus konfirmasi positif ini seiring dengan banyaknya pasien positif yang sembuh. Kami mengimbau kepada masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan untuk memutus penularan covid-19," pungkasnya.