Kepala Disporapar Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni didampingi Plt Sekretaris Disporapar Kota Malang Eko Sya. (Ahmad Amin/MalamgTIMES).
Kepala Disporapar Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni didampingi Plt Sekretaris Disporapar Kota Malang Eko Sya. (Ahmad Amin/MalamgTIMES).

Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang akan segera meluncurkan aplikasi Sistem Jejaring Pariwisata (Sijelita). Aplikasi yang terintegarsi se-Malang Raya untuk memudahkan wisatawan tersebut saat ini terus dikebut dan ditarget selesai 2020.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni menyampaikan, terobosan yang memanfaatkan kecanggihan teknologi terus dilakukan Kota Malang. Terutama untuk meningkatkan layanan bagi wisatawan yang akan datang ke Kota Pendidikan ini.

Baca Juga : Pandemi, Pemkot Malang Minta Sektor Pariwisata Terapkan Pembayaran Non Tunai

"Aplikasi Malang Menyapa masih aktif dan akan ditambah dengan aplikasi Sijelita," katanya saat hadir dalam agenda pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata, Selasa (11/8/2020).

Perempuan yang akrab disapa Dayu itu menjelaskan, sebagai smart city, Kota Malang memang selalu didorong untuk menciptakan layanan terbarukan. Dia optimistis, dengan layanan yang terus diperbarui itu, jumlah wisatawan yang datang akan terus mengalami kenaikan.

Dayu menjelaskan, selain mengakomodasi kebutuhan wisatawan, Sijelita juga didesain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang hendak menyewa aset milik Pemerintah Kota Malang di bawah pengelolaan  Disporapar Kota Malang maupun perangkat daerah lainnya. "Mulai dari penyewaan Stadion Gajayana dan lain sebagainya," terang Dayu.

Sementara itu, Plt. Sekretaris Disporapar Kota Malang Eko Sya menambahkan, aplikasi yang dirancang tersebut disinergikan dengan Kabupaten Malang dan Kota Batu. Selanjutnya bekerja sama dengan perbankan dan pelaku industri wisata. Mulai dari perhotelan, rumah makan, sistem transportasi, dan destinasi wisata itu sendiri. 

Aplikasi ini sudah digarap dan ditarget rampung akhir 2020. Sehingga sudah bisa digunakan pada 2021 mendatang. "Aplikasi ini seperti aplikasi penyedia jasa layanan pemesanan hotel atau tiket pada umumnya. Bedanya ini dikelola secara lokal," terang Eko.

Baca Juga : Polres Sumenep Akan Ajak 'Emak-Emak' Sosialisasikan Kesadaran Bermasker

Dalam aplikasi tersebut, para calon wisatawan dapat melakukan pemesanan hingga pembayaran dalam satu aplikasi sekaligus. Sehingga akan memudahkan para calon wisatawan saat akan berwisata di Kota Malang. "Kerja sama telah dilaksanakan dan ini akan lebih memudahkan wisatawan," pungkasnya.