Ilustrasi Belajar (freepik)
Ilustrasi Belajar (freepik)

Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar memastikan belum akan melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Kegiatan belajar school from home masih dijalankan karena Kota Blitar saat ini masuk dalam zona orange. 

“Kegiatan belajar tatap muka belum memungkinkan dilaksanakan karena status Kota Blitar masih zona orange. Pandemi covid-19 belum berakhir,” ungkap Plt  Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Priyo Suhartono dilansir dari laman situs resmi Pemkot Blitar, Jumat (7/8/2020). 

Baca Juga : Terjebak di Malang Selama Pandemi, 953 Mahasiswa Unikama Dapat Bansos

Dikatakan Priyo, pihaknya tidak ingin mengambil resiko. Kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dipastikan akan dilaksanakan ketika Kota Blitar sudah masuk dalam zona hijau. Langkah ini diambil karena kesehatan anak didik menjadi prioritas utama.

Keputusan ini diambil juga atas dasar Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri. SKB tersebut  menyebut pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19 baru bisa dilakukan daerah yang berstatus zona hijau. Itu pun harus dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang ketat.

“Kesehatan dan keselamatan jiwa anak-anak ini yang lebih penting” tegasnya.

Lebih dalam Priyo menyampaikan, pihaknya telah menyusun beberapa aturan skenario protokol kesehatan jika nantinya sekolah kembali dibuka dan menerapkan kegiatan belajar mengajar tatap muka. 

Diantaranya sarana prasarana pencegahan Covid-19 mulai dari wastafel, handsanitizer dan thermo gun harus disediakan masing-masing sekolah. Jam belajar hanya 4 jam, begitu juga dengan jumlah siswa harus dibatasi, untuk menghindari kerumunan. 

Baca Juga : Dikbud Bondowoso Anggap Ada Miskomunikasi soal Siswa ABK yang Disebut Dikeluarkan Sekolah

“Sekolah kita buat sistem shift, sehingga isi ruangan tidak penuh,” pungkasnya.