Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata dan Dandim 0833 Letkol Tommy Anderson saat memantau Kampung Tangguh di Tlogomas (Ist)
Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata dan Dandim 0833 Letkol Tommy Anderson saat memantau Kampung Tangguh di Tlogomas (Ist)

Dua kampung di Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, tepatnya di RW 5 dan RW 7, hari ini (6/6/2020) digeruduk Polresta Malang Kota dan juga jajaran Kodim 0833.

Bukan untuk melakukan suatu pengamanan karena konflik, namun jajaran aparat negara tersebut tengah meninjau dua kampung tangguh yang memiliki keunggulan dalam mengelola kampung selama pandemi Covid-19 ini.

Baca Juga : TNI-Polri Kota Blitar Awasi Kedisiplinan Protokol Kesehatan di Titik Keramaian

Dalam kunjungannya ke kampung tangguh di RW 5, Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata dan juga Dandim 0833, Letkol Tommy Anderson mengapresiasi dengan sistem keamanan yang teraplikasi pada kampung tersebut.

"Kalau di RW 5 ini baru pertama kali saya kunjungi, di sini bagus, sudah ada teknologi informasinya, ada 16 titik CCTV yang mengcover seluruh wilayah RW untuk memantau pergerakan warga maupun masyarakat yang keluar masuk dan itu bisa diakses seluruh masyarakat," bebernya.

Selain itu, pada RW 5 dalam hal ketahanan pangan juga patut dicontoh. Sebab, di sana bukan hanya lumbung pangan, melainkan juga mempunyai program urban farming yang mendukung dalam ketahanan pangan.

"Apalagi katanya juga mau berkembang ke ternak ikan lele," ujarnya.

Untuk kampung tangguh di Kota Malang, saat ini telah terinstal sebanyak 71 kampung tangguh. Namun terkait keunggulan dalam hal keamanan masih terdapat pada dua kampung, yakni Tlogomas dan di Polehan.

"Ada dua, di Tlogomas ini sama Polehan, tapi yang di Polehan tidak sebanyak yang di sini akan 16 dan di Polehan ada sekitar delapan titik," terangnya.

Sementara itu, untuk Kampung Tangguh di RW 7, diapresiasi lantaran mempunyai program edukasi yang tetap terus berjalan selama pandemi Covid-19 ini. Di RW 7, terdapat program pendidikan yang belum ada di kampung lain.

Baca Juga : Adhi Karya Rombak Jajaran Komisaris, Posisi Fadjroel Rachman Digantikan Purnawirawan TNI

Di lokasi kampung tersebut, diadakan lomba menggambar yang diikuti oleh sekitar 40 anak. Lomba tersebut digelar secara online.

"Kalau di sini, saya sudah tiga kali. Keunggulan di bidang pendidikan melalui lomba menggambar ini saya rasa memang belum ada di tempat lain," bebernya.

Sementara itu, Ketua RW 7, Sutrisno Atim, mengatakan, jika nantinya program pendidikan di Kampung Tangguh RW 7 akan lebih berkembang. Saat ini memang para pesertanya masih dalam lingkup satu RW, baik mereka yang bersekolah TK maupun tingkat PAUD.

"Tapi ke depan ini akan diupayakan lebih berkembang lagi, sehingga akan lebih bermanfaat," pungkasnya.