Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo  (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo (foto : Joko Pramono/Jatim Times)



11 nama telah mengikuti penjaringan yang dilakukan oleh PDI-P untuk posisi wakil Bupati. 

Dari 11 nama itu mengerucut menjadi 5 nama yang dikirimkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P untuk di seleksi lagi nantinya menyisakan 2 orang.

Disinggung bursa wakil Bupati, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo menyerahkan sepenuhnya mekanisme pengusulan nama kandidat wakil bupati partai politik pengusungnya, PDI-P dan Nasdem.

Namun pria ramah ini menginginkan sosok yang bisa diajak kerjasama dan sejalan dengan dirinya dalam memimpin Kabupaten Tulungagung.

“Yang penting betul-betul bisa bekerja sama dengan saya,”ujar Maryoto beberapa waktu lalu.

Untuk pemilihannya dirinya sepenuhnya meyerahkan pada partai politik tempatnya bernaung.

Sementara itu pengurus Partai Nasdem, Ahmad Djadi meminta pada partai PDI-P agar partainya juga diberikan porsi yang sama untuk mengusulkan 1 nama dalam pemilihan wakil bupati yang dilakukan oleh anggota DPRD.

“Normatifnya kita 1, PDI-P 1. Kan kita sama-sama partai pengususng,” ujar Ahmad Djadi.

Pihaknya juga sudah melakukan komunikasi lintas partai dengan PDI-P agar mekanisme itu bisa dilakukan.

Hingga kini partainya juga masih membuka penjaringan wakil bupati. 

Meski demikian dirinya sudah mengirimkan 2 nama ke DPP Nasdem untuk mendapatkan rekom, siapa yang berhak bertarung dalam pemilihan wakil bupati.

“Secara formal kita sudah ketemu PDI-P,” ucap Djadi.

Dua nama yang diusulkan Nasdem ke DPP adalah ketua DPC Nasdem Tulungagung Ahmad Djadi dan Kader Nasdem Heru Marsudi.

Seperti diketahui, dalam pertarungan Pemilihan Bupati dan wakil Bupati lalu, pasangan Syahri Mulyo dan Maryoto Birowo (Sahto) diusung oleh PDI-P dan Nasdem. 

PDI-P mempunyai 12 kursi di parlemen dan Nasdem hanya memiliki 1 kursi.

Naasnya, beberapa minggu sebelum pencoblosan Syahri Mulyo ditangkap KPK lantaran menerima suap dari salah satu rekanan Dinas PUPR untuk memperlancar tender proyeknya.

Meski ditangkap KPK, pasangan Sahto memenangkan suara rakyat Tulungagung dengan perolehan suara 356.201 suara, melebihi perolehan lawanya yakni pasangan Margiono dan Eko Prisdianto yang memperoleh 237.775 suara.


End of content

No more pages to load