Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Pimpin Doa Yahudi di Masjid Al-Aqsa, Langgar Status Quo

04 - Aug - 2025, 07:08

Momen menteri Israel, Itamar Ben-Gvir memasuki komplek masjid Al-Aqsa untuk melakukan doa Yahudi terbuka. (Foto Jordan Jews /detik)


JATIMTIMES - Yerusalem kembali memanas setelah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memimpin doa Yahudi secara terbuka di kompleks Masjid Al-Aqsa pada Minggu (3/8/2025). Tindakan ini memicu kecaman dunia internasional karena dianggap melanggar kesepakatan status quo yang mengatur penggunaan situs suci bagi umat Islam dan Yahudi tersebut.

Masjid Al-Aqsa dan Status Quo yang Dilanggar

Masjid Al-Aqsa merupakan situs tersuci ketiga bagi umat Islam, sekaligus salah satu tempat paling suci bagi umat Yahudi yang menyebutnya sebagai Temple Mount. Berdasarkan kesepakatan status quo yang telah berlaku selama puluhan tahun antara Israel dan Yordania, umat Yahudi hanya diperbolehkan berkunjung tanpa melakukan ritual doa di dalam area masjid.

Baca Juga : Terkesan Nilai Spiritual, Dancer Australia Ketagihan Ikut Bantengan Nuswantara

Namun, pada kunjungan kali ini, Itamar Ben-Gvir memimpin doa Yahudi secara terbuka, yang disebut media Israel sebagai pertama kalinya seorang menteri Israel melakukan hal tersebut di depan publik.

Menurut laporan pengelola Waqf Yordania, lebih dari 1.200 peziarah Yahudi hadir di area tersebut, sebagian terlihat melakukan ritual doa dan tarian keagamaan.

Kunjungan ini juga bertepatan dengan Tisha B’Av, hari puasa dalam kalender Yahudi untuk memperingati kehancuran dua Kuil Yahudi di masa lalu. Momentum simbolis ini semakin memperbesar kontroversi di mata dunia.

Gelombang Kecaman dari Dunia Internasional

Tindakan Ben-Gvir mendapat reaksi keras dari berbagai negara dan organisasi internasional.

Arab Saudi melalui Kementerian Luar Negeri menyebut aksi tersebut sebagai provokasi yang memicu konflik di kawasan Timur Tengah.

"Praktik-praktik semacam itu memicu konflik di wilayah tersebut," kata Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi, seperti dilansir The National.

Yordania, selaku pengelola Masjid Al-Aqsa, menyatakan bahwa kunjungan itu merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional. Pihak Yordania bahkan menyebut tindakan tersebut sebagai “provokasi yang tidak dapat diterima dan eskalasi yang terkutuk.”

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ikut menyoroti insiden ini. Wakil juru bicara PBB, Farhan Haq, menilai tindakan tersebut sangat provokatif dan bisa mengganggu upaya perdamaian yang sedang dijalankan di Timur Tengah.

Amerika Serikat dan Uni Eropa juga menyerukan agar Israel mematuhi kesepakatan status quo untuk menghindari meningkatnya ketegangan di Yerusalem.

Baca Juga : Kabar Baik, Pencairan BSU Via Kantor Pos Diperpanjang hingga 6 Agustus

Respons Israel: Netanyahu Tegaskan Status Quo

Di pihak Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menanggapi kontroversi ini dengan menegaskan bahwa kebijakan Israel untuk mempertahankan status quo di Bukit Bait Suci tidak berubah.

"Kebijakan Israel untuk mempertahankan status quo di Bukit Bait Suci tidak berubah dan akan tetap tidak berubah."

Meski demikian, pernyataan tersebut tidak mampu meredam kritik internasional, karena banyak pihak menilai tindakan Ben-Gvir mewakili sikap keras kelompok ultra-nasionalis Israel yang semakin berani menantang perjanjian yang ada.

Ancaman Eskalasi Konflik di Timur Tengah

Para pengamat politik Timur Tengah memperingatkan bahwa insiden ini berpotensi memicu eskalasi baru di Yerusalem. Situasi semakin sensitif mengingat ketegangan di Gaza dan Tepi Barat masih berlangsung.

Jika pelanggaran status quo terus terjadi, risiko bentrokan besar dan instabilitas regional akan semakin meningkat. Aksi Ben-Gvir menambah daftar panjang provokasi Israel terhadap situs suci umat Islam, sekaligus menunjukkan betapa rapuhnya perdamaian di Yerusalem.

Peristiwa doa yang dipimpin oleh Itamar Ben-Gvir di Masjid Al-Aqsa pada 3 Agustus 2025 bukan sekadar insiden biasa, tetapi simbol provokasi politik dan keagamaan yang berdampak luas. Dunia menilai tindakan ini sebagai pelanggaran status quo yang bisa memicu konflik baru di kawasan Timur Tengah, sekaligus mengancam upaya perdamaian yang sedang berjalan.


Topik

Internasional, Israel, Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, yahudi, masjid al aqsa, doa yahudi, status quo,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette