3 Perkara yang Dianggap Sepele, padahal Bisa Jadi Dosa Berat dari Rambut Wanita

Editor

Yunan Helmy

02 - Aug - 2025, 10:43

Ilustrasi pemicu tiga dosa besar dari wanita yang disebabkan hal sepele (ist)


JATIMTIMES - Rambut adalah mahkota, terutama bagi wanita. Namun, dalam Islam, bagian tubuh ini bukan sekadar perhiasan fisik, melainkan juga termasuk aurat yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh. 

Sayangnya, banyak perempuan masa kini yang tanpa sadar mengabaikan peringatan syariat terkait rambut. Padahal sebagian tindakan yang terlihat sepele justru bisa menjerumuskan pada dosa besar.

Baca Juga : Pangeran Arya Blitar: Raja Anti-VOC di Tengah Runtuhnya Kartasura

Berdasarkan uraian dalam buku 100 Dosa yang Diremehkan Wanita karya Abdul Lathif bin Hajis Al-Ghomidi, setidaknya ada tiga perbuatan yang berkaitan dengan rambut wanita yang dilarang dalam ajaran Islam. Ketiganya sering dilakukan tanpa disadari bahayanya, baik karena alasan estetika maupun tuntutan sosial.

Di era yang memuja penampilan muda, uban kerap dianggap gangguan visual. Tak sedikit wanita yang tergoda mencabut uban agar terlihat segar dan “tidak tua”. Padahal, Rasulullah SAW dengan tegas melarang perbuatan ini.

"Janganlah kalian mencabut uban. Tidaklah seorang Muslim memiliki satu uban dalam Islam kecuali akan menjadi cahaya baginya di hari kiamat nanti dan karenanya akan menambah baginya satu kebaikan dan menghapus satu kesalahan," sabda Rasulullah seperti diriwayatkan oleh Abdullah bin Amru RA (HR Abu Daud dan Ibnu Majah-Shahih).

Jika uban dianggap mengganggu penampilan, Islam masih memberikan ruang untuk mewarnainya, asal tidak menggunakan warna hitam. Hal ini dipandang sebagai bentuk kompromi antara menjaga penampilan dan tetap memegang prinsip syariat.

Menyemir rambut dengan warna hitam untuk menutupi uban ternyata bukan perkara ringan. Rasulullah SAW bahkan memberikan peringatan keras terhadap perilaku ini, terutama jika dilakukan demi terlihat lebih muda secara manipulatif.

“Pada akhir zaman nanti akan muncul suatu kaum yang bersemir dengan warna hitam seperti tembolok merpati. Mereka itu tidak akan mencium bau surga.” (HR Abu Daud, An-Nasa’i, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim-sanad shahih).

Perubahan usia adalah bagian dari sunatullah. Rambut yang memutih bukanlah kekurangan, melainkan tanda kedewasaan dan kebijaksanaan. Islam mendorong umatnya untuk menerima perubahan itu dengan lapang dada, bukan menutupinya dengan warna yang dilarang.

Tren menyambung rambut untuk memperindah penampilan juga mendapat sorotan serius dalam Islam. Meski tujuannya mungkin sekadar estetika, larangan menyambung rambut justru disebutkan langsung oleh Rasulullah SAW dengan sangat tegas.

Baca Juga : Toko Minol yang Dipromosikan King Abdi Kena Denda Rp10 Juta, Komisi A DPRD Kota Malang: Jangan Lagi Diberi Izin

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa Rasulullah melaknat wanita yang menyambung rambut dan wanita yang meminta rambutnya disambung. Bahkan jika seorang suami meminta istrinya untuk melakukannya, istri tidak diperkenankan menuruti permintaan itu.

Sebuah riwayat menyebutkan, seorang perempuan dari kaum Anshar mengadukan kepada Nabi SAW tentang kondisi putrinya yang rambutnya rontok setelah menikah, dan suaminya meminta agar rambut itu disambung. Rasulullah menjawab tegas, "Jangan engkau lakukan hal itu, karena Allah telah melaknat para perempuan yang menyambung rambutnya." (HR Bukhari dan Muslim).

Ketiga larangan tersebut menunjukkan bahwa Islam tidak hanya mengatur hal-hal besar, tetapi juga memperhatikan detail dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks rambut, yang sering dianggap hanya urusan gaya, ternyata terdapat nilai-nilai keimanan yang dalam.

Sebagai Muslimah, menjaga mahkota diri bukan hanya soal menutup aurat, tetapi juga bagaimana menyikapi dan memperlakukan rambut sesuai syariat. Memahami bahwa uban adalah cahaya, menerima perubahan fisik sebagai bagian dari takdir, serta menolak manipulasi kecantikan yang bertentangan dengan ajaran Islam adalah bentuk ketaatan yang berbuah pahala.

Dalam dunia yang makin permisif terhadap standar kecantikan, perempuan muslimah dituntut untuk lebih sadar dan selektif. Sebab, di balik rambut yang tampak indah, bisa jadi tersembunyi potensi dosa yang luput disadari.

 


Topik

Agama, Rambut, rambut wanita, ajaran Islam, kajian Islam, dosa berat,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette