JATIMTIMES - Dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit perbuatan yang awalnya dianggap sepele justru perlahan berubah menjadi kebiasaan. Ketika hati mulai terbiasa dengan kesalahan, kepekaan terhadap dosa pun dapat berkurang. Padahal, seorang muslim dituntut untuk senantiasa menjaga hati agar tetap hidup dan peka terhadap setiap larangan Allah SWT, sekecil apa pun bentuknya.
Khutbah Jumat kali ini mengulas beberapa perbuatan dosa yang sering luput dari perhatian karena dianggap biasa terjadi di tengah masyarakat. Padahal, setiap amal, baik maupun buruk, akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Tidak ada dosa yang patut diremehkan, sebab kecil atau besarnya suatu kesalahan bukan ditentukan oleh pandangan manusia, melainkan oleh ketentuan Allah.
Baca Juga : Bupati Sanusi Dorong Pembentukan Satgas Perlindungan Anak
Melalui tema ini, jemaah diajak memperbanyak muhasabah dan lebih berhati-hati dalam menjaga ucapan, sikap, maupun perbuatan. Dengan selalu menyadari bahwa Allah Maha Melihat setiap amal hamba-Nya, diharapkan tumbuh rasa takut untuk berbuat maksiat sekaligus semangat untuk memperbanyak taubat dan amal saleh.
Khutbah I
الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَظْهَرَ لَنَا ثَمَرَ الرَّوْضِ مِنْ كِمَامِهِ، وَأَسْبَغَ عَلَيْنَا بِفَضْلِهِ مَلَابِسَ إِنْعَامِهِ، وَبَصَّرَنَا مِنْ شَرْعِهِ بِحَلَالِهِ وَحَرَامِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ذُوْ الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْمُؤَيَّدُ بِمُعْجِزَاتِهِ الْعِظَامِ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْغُرِّ الْكِرَامِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ الْكَرِيْمِ، فَإِنِّي أُوْصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ الْحَكِيْمِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ: فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْراً يَرَهُ، وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرّاً يَرَهُ
Ma'asyiral Muslimin, Jemaah Salat Jumat Rahimakumullah
Marilah kita senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat yang tiada putus mengalir kepada kita. Nikmat iman, Islam, kesehatan, umur panjang, hingga kesempatan untuk hadir di rumah Allah pada hari Jumat ini merupakan karunia yang tidak ternilai. Berkat rahmat dan kasih sayang-Nya, kita masih diberi kekuatan untuk menunaikan ibadah salat Jumat secara berjemaah.
Selawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, para sahabat, dan seluruh pengikut beliau yang tetap istiqamah menapaki jalan sunnah hingga hari kemudian.
Melalui mimbar yang mulia ini, marilah kita memperbarui tekad untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya.
Hakikat takwa bukan hanya tercermin dalam banyaknya ibadah yang kita lakukan, tetapi juga tampak dalam cara kita berbicara, bersikap, dan berinteraksi dengan sesama. Seorang mukmin yang bertakwa akan senantiasa berhati-hati agar tidak terjatuh ke dalam dosa, sekalipun dosa itu tampak kecil di mata manusia.
Ma'asyiral Muslimin, Jemaah Salat Jumat Rahimakumullah
Sering kali kita sangat berhati-hati agar tidak melakukan dosa besar. Namun, pada saat yang sama, kita justru kurang peduli terhadap dosa-dosa yang dianggap ringan. Padahal, dalam pandangan Allah SWT, setiap amal akan diperhitungkan dan dipertanggungjawabkan.
Tidak ada satu pun perbuatan yang luput dari balasan-Nya, baik yang besar maupun yang tampak sepele. Allah SWT berfirman:
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْراً يَرَهُ، وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرّاً يَرَهُ
Artinya: "Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya dia pun akan melihat balasannya." (QS Az-Zalzalah [99]: 7-8).
Ayat tersebut menjadi pengingat bagi kita bahwa seluruh amal manusia, sekecil apa pun, tidak pernah lepas dari pengetahuan Allah SWT. Setiap kebaikan maupun keburukan akan diperlihatkan balasannya kelak di akhirat. Tidak ada amal yang sia-sia dan tidak ada pula dosa yang dibiarkan tanpa perhitungan.
Hal ini juga dijelaskan oleh Syekh Ibnu Ajibah Al-Fasi dalam Tafsir al-Bahrul Madid jilid VIII halaman 515:
لَيْسَ مُؤْمِنٌ وَلَا كَافِرٌ، عَمِلَ خَيْراً وَلَا شَرًّا فِي الدُّنْيَا إِلَّا يَرَاهُ فِي الْآخِرَةِ
Artinya: "Tidak ada seorang mukmin ataupun kafir yang melakukan kebaikan maupun keburukan di dunia, melainkan ia akan menyaksikan balasannya di akhirat."
Ma'asyiral Muslimin, Jemaah Salat Jumat Rahimakumullah
Setelah memahami bahwa setiap amal pasti akan dipertanggungjawabkan, ada beberapa dosa yang kerap dipandang remeh, padahal akibatnya sangat besar di sisi Allah. Sedikitnya ada lima perbuatan yang patut kita waspadai bersama.
Pertama, berdusta. Kebohongan sering dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Ada yang berdusta saat bercanda, ketika berdagang, mencari alasan agar terhindar dari teguran, bahkan menuliskan informasi yang tidak benar di media sosial. Padahal, kebohongan sekecil apa pun dapat menjadi pintu menuju dosa yang lebih besar.
Rasulullah SAW bersabda:
إِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ
Artinya: "Jauhilah dusta, karena dusta akan mengantarkan kepada kejahatan, dan kejahatan akan membawa pelakunya ke dalam neraka." (HR Muslim).
Kedua, ghibah atau membicarakan keburukan orang lain. Perbuatan ini begitu mudah terjadi dalam kehidupan sehari-hari, baik saat berbincang secara langsung maupun melalui media sosial. Tidak jarang obrolan yang awalnya biasa berubah menjadi pembahasan mengenai aib atau kekurangan orang lain.
Baca Juga : 3 Amalan Tolak Bala Menurut Ulama Arab Saudi, Agar Musibah Cepat Diangkat
Sebagian orang beralasan bahwa apa yang disampaikan memang benar adanya. Padahal, justru itulah yang disebut ghibah sebagaimana dijelaskan Rasulullah SAW.
أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ قِيلَ أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ قَالَ إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدْ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ
Artinya: "Tahukah kalian apa itu ghibah?" Para sahabat menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui." Beliau bersabda, "Engkau menyebut sesuatu tentang saudaramu yang tidak ia sukai." Lalu ditanyakan, "Bagaimana jika yang aku katakan memang benar ada pada dirinya?" Rasulullah menjawab, "Jika memang benar ada padanya, berarti engkau telah menggunjingnya. Tetapi jika tidak benar, berarti engkau telah memfitnahnya." (HR Muslim).
Ketiga, berbuat curang dalam muamalah. Sebagian orang menganggap remeh kecurangan dalam jual beli. Misalnya dengan menyembunyikan cacat barang, mengurangi timbangan, mencampur barang berkualitas baik dengan yang buruk, atau menawarkan barang yang tidak sesuai dengan kenyataannya.
Padahal Islam memerintahkan umatnya untuk berlaku jujur dan amanah dalam setiap transaksi. Keuntungan yang diperoleh melalui kecurangan tidak akan membawa keberkahan. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ غَشَّ فَلَيْسَ مِنَّا
Artinya: "Barang siapa menipu, maka ia bukan termasuk golongan kami." (HR At-Tirmidzi).
Keempat, mengadu domba atau namimah. Perbuatan ini sering kali dianggap sepele, padahal dapat merusak persaudaraan dan memutus hubungan antarsesama.
Misalnya menyampaikan ucapan seseorang kepada orang lain dengan tujuan menimbulkan perselisihan, atau menyebarkan tangkapan layar percakapan maupun rekaman suara agar terjadi permusuhan. Islam memberikan peringatan yang sangat keras terhadap perbuatan tersebut. Rasulullah SAW bersabda:
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ
Artinya: "Pengadu domba tidak akan masuk surga." (HR Muslim).
Kelima, mengabaikan hak orang lain. Dosa ini sering terjadi tanpa disadari. Misalnya menunda membayar utang padahal mampu melunasinya, meminjam barang namun enggan mengembalikannya, memakai uang titipan untuk kepentingan pribadi, menahan upah pekerja, atau tidak menjalankan amanah sebagaimana mestinya.
Perbuatan-perbuatan seperti ini mungkin tampak sederhana, tetapi di sisi Allah termasuk bentuk kezaliman terhadap sesama manusia yang harus dipertanggungjawabkan.
Ma'asyiral Muslimin, Jemaah Salat Jumat Rahimakumullah
Demikianlah beberapa dosa yang kerap dianggap ringan, padahal dampaknya sangat besar, baik bagi kehidupan di dunia maupun di akhirat. Oleh sebab itu, marilah kita saling mengingatkan agar tidak pernah meremehkan maksiat sekecil apa pun. Sebab, dosa yang terus-menerus dianggap sepele dapat mengeraskan hati dan menjauhkan seseorang dari rahmat Allah SWT.
Semoga khutbah yang singkat ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih menjaga lisan, hati, pandangan, serta seluruh anggota tubuh dari perbuatan yang dimurkai Allah. Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa membimbing kita agar istiqamah dalam ketaatan dan mengampuni segala dosa yang telah kita lakukan. Amin ya Rabbal 'alamin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلَهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمُ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ