Susul Prancis, Inggris Siap Akui Palestina Sebagai Negara
Reporter
Mutmainah J
Editor
Nurlayla Ratri
30 - Jul - 2025, 10:38
JATIMTIMES - Inggris akan segera mengikuti langkah Prancis dengan mengakui Palestina sebagai negara berdaulat. Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer mengumumkan bahwa pengakuan resmi ini direncanakan dilakukan pada September 2025, terutama jika Israel tidak segera menyetujui gencatan senjata di Gaza.
Langkah ini disebut sebagai salah satu momen bersejarah dalam diplomasi Inggris di Timur Tengah.
Baca Juga : Gempa M 8,8 Guncang Rusia Timur, Peringatan Tsunami Diterbitkan di Jepang hingga Hawaii
Inggris Siap Bertindak di Tengah Krisis Gaza
Keputusan ini diumumkan oleh Starmer melalui pidato yang disiarkan langsung dari Downing Street setelah memanggil kembali kabinetnya dari masa reses.
Dalam pernyataannya, Starmer menekankan bahwa situasi di Gaza semakin memburuk dan membutuhkan langkah nyata dari komunitas internasional.
“Saya selalu mengatakan bahwa kami akan mengakui negara Palestina sebagai kontribusi bagi proses perdamaian yang tepat, di saat dampak maksimal bagi solusi dua negara,” ujar Starmer dikutip AFP, Rabu (30/7/2025).
Starmer menegaskan, pengakuan Palestina akan dilakukan jika Israel tidak memenuhi tuntutan yang disampaikan menjelang sidang Majelis Umum PBB bulan September mendatang.
Tuntutan Inggris: Gencatan Senjata dan Solusi Dua Negara
Pemerintah Inggris menekankan tiga poin penting agar situasi di Gaza membaik dan proses perdamaian bisa kembali dihidupkan:
1. Israel menyetujui gencatan senjata di Gaza.
2. Prospek solusi dua negara kembali dijalankan.
3. Kelompok Hamas menghentikan aksi bersenjata.
Dalam pidatonya, Starmer juga menegaskan bahwa kelompok Hamas harus memenuhi syarat-syarat khusus untuk mendukung perdamaian di kawasan:
"Mereka harus segera membebaskan semua sandera, menandatangani gencatan senjata, melucuti senjata, dan menerima bahwa mereka tidak akan berperan dalam pemerintahan Gaza,” tegasnya.
Baca Juga : Justin Hubner Resmi Gabung Fortuna Sittard, Ini Profil Klub Anyar Bek Timnas Indonesia
Dampak Politik dan Diplomasi
Langkah Inggris ini diperkirakan akan memberi tekanan diplomatik baru terhadap Israel. Jika benar dilakukan pada September, pengakuan Palestina oleh Inggris bisa menjadi tonggak sejarah yang mendorong negara-negara lain di Eropa dan dunia Barat untuk melakukan hal serupa.
Selain itu, keputusan ini sejalan dengan upaya menghidupkan kembali solusi dua negara, yang selama ini dianggap sebagai jalan paling realistis untuk mencapai perdamaian permanen antara Israel dan Palestina.
Seperti diketahui, Prancis melalui presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan bahwa Prancis akan Macron mengumumkan Prancis akan mengakui negara Palestina di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Keputusan Macron itu menuai reaksi Pemerintah Amerika Serikat (AS) hingga Arab Saudi.
Pernyataan itu disampaikan Macron pada Kamis (24/7) waktu setempat. Macron mengatakan pengumuman akan disampaikan September mendatang.
"Sesuai dengan komitmen historisnya untuk perdamaian yang adil dan abadi di Timur Tengah, saya telah memutuskan bahwa Prancis akan mengakui Negara Palestina. Saya akan membuat pengumuman resmi di Majelis Umum PBB pada bulan September," tulis kepala negara Prancis tersebut di media sosial X dan Instagram.
