40 Perahu Taklukkan Ganasnya Arus Selat Bali, Festival Layar Tradisional Banyuwangi Berlangsung Meriah
Reporter
Nurhadi Joyo
Editor
Nurlayla Ratri
09 - Aug - 2026, 07:14
JATIMTIMES - Sebanyak 40 peserta mengandalkan perahu layar tradisional untuk menaklukkan arus Selat Bali dalam festival yang digelar di kawasan Pantai Lingkungan Tanjung, Kelurahan Klatak, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (9/8/2026).
Festival perahu layar tradisional tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Peserta tidak hanya berasal dari Banyuwangi, tetapi juga dari sejumlah wilayah lain, termasuk Pulau Bali.
Baca Juga : Kenali Undertone Kulit, Ini Warna Rambut, Makeup hingga Outfit yang Paling Cocok
Salah seorang tokoh masyarakat Lingkungan Tanjung, Kelurahan Klatak, AKP Nurmansyah, mengatakan rangkaian kegiatan untuk memeriahkan HUT RI ke-81 telah dimulai dengan berbagai perlombaan di lingkungan masyarakat.
Menurut Nurmansyah, sejumlah perlombaan seperti balap karung dan gobak sodor telah digelar sebelumnya. Festival perahu layar kemudian menjadi salah satu kegiatan yang menarik perhatian masyarakat pesisir.
“Kemudian hari ini sama-sama lihat kita di sini melaksanakan kegiatan lomba perahu layar dari Pulau Jawa ke Pulau Bali dan alhamdulillah pelaksanaannya cukup meriah diikuti oleh banyak peserta kurang lebih 40 orang peserta di mana peserta itu juga terdiri dari beberapa wilayah termasuk dari Bali sendiri,” ujar Perwira Polisi asli Banyuwangi tersebut.
Di tengah kemeriahan festival, kondisi pantai menjadi perhatian masyarakat. Nurmansyah menyebut abrasi telah mengubah kondisi pesisir Lingkungan Tanjung. Hamparan pasir yang sebelumnya menjadi kawasan sandar perahu kini banyak berubah menjadi bebatuan.
“Yang kedua terkait dengan kesiapan letak atau lokasi pelaksanaan lomba lokasi sudah banyak batunya dan pasir sudah hilang semua. “Maka harapan besar kami sebagai masyarakat di lingkungan Tanjung dan kami merupakan kelompok nelayan yang hidup di pesisir pantai Banyuwangi tentunya berharap ada campur tangan pemerintah untuk segera melakukan langkah-langkah mencegah dan menanggulangi abrasi yang terjadi,” imbuh Nurmansyah.
Menurut dia, kondisi tersebut juga berkaitan dengan aktivitas nelayan sehari-hari serta keberlangsungan festival perahu layar tradisional yang rutin digelar masyarakat pesisir.
Dengan adanya perbaikan dermaga dan pelabuhan tradisional Lingkungan Tanjung agar kegiatan nelayan khususnya dan kegiatan lomba-lomba perahu layar tradisional sebagai upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa.
“Kami berharap pemerintah membantu kami untuk mengambil langkah memperbaiki minimal keadaan pantai yang terdampak abrasi. Dapat dilihat sendiri hampir 30 m pasir kita hilang. Sekarang tersisa bebatuan. Nah, di mana bebatuan ini tentunya tidak layak untuk dilakukannya atau tempat sandar dari perahu-perahu nelayan maupun untuk pelaksanaan lomba perahu layar tradisional,” pungkas Nurman
Ketua RW Lingkungan Tanjung 03 sekaligus penanggung jawab kepanitiaan HUT ke-81 RI, Muhammad Ramadon, mengatakan festival perahu layar tradisional di kawasan tersebut telah menjadi agenda tahunan masyarakat.
Menurutnya, setiap bulan Agustus kegiatan serupa digelar sebagai bagian dari peringatan kemerdekaan sekaligus mempererat hubungan antarnelayan yang menggantungkan kehidupan dari laut.
Baca Juga : Stasiun Malang Layani 212 Ribu Penumpang Selama Juli 2026, Kedatangan Lebih Banyak
“Tujuan utama adalah menjalin tali silaturahmi ke sesama nelayan yang memang hidupnya atau mencari nafkahnya di laut. Selain bagian dari rangkaian peringatan HUT RI di Kelurahan Klatak,” ujar Ramadon.
Ramadon menuturkan, 40 peserta ambil bagian dalam lomba perahu layar tradisional tahun ini. Mereka berasal dari Kelurahan Bulusan, Ketapang, Pulau Bali, serta nelayan Lingkungan Tanjung yang menjadi tuan rumah.
Selain memperebutkan trofi bergilir dan piala tetap, para peserta juga bersaing mendapatkan uang pembinaan atau tabungan serta hadiah utama berupa sepeda listrik.
“Dan juga ada yang berbahasa perang bintang itu ada salah satu warga ataupun sponsor itu menantang kita untuk melakukan event tersendiri dengan pengambil juara satu, untuk tahun ini dengan Piala adalah sepeda listrik,” pungkas Romadon.
Dalam perlombaan tersebut, peserta dari Bali berhasil menjadi juara pertama. Posisi kedua diraih peserta dari Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, sedangkan juara ketiga ditempati peserta dari Lingkungan Tanjung, Kelurahan Klatak.
Juara pertama berhak membawa pulang trofi, piagam penghargaan, serta uang pembinaan sebesar Rp1 juta. Juara kedua memperoleh trofi, piagam penghargaan, dan uang pembinaan Rp700 ribu. Sementara juara ketiga mendapatkan trofi, piagam penghargaan, serta uang pembinaan Rp500 ribu.
Pada kategori “Perang Bintang”, peserta dari Bulusan keluar sebagai pemenang dan berhak mendapatkan Piala Bergilir Jawa-Bali serta hadiah berupa sepeda listrik.
Penyerahan hadiah kepada para pemenang dijadwalkan berlangsung pada puncak peringatan HUT ke-81 RI di Kelurahan Klatak. Acara tersebut juga akan menampilkan seni dan budaya khas masyarakat pesisir yang tumbuh serta berkembang di kawasan pantai yang berhadapan langsung dengan Pulau Bali.
