JATIMTIMES - Ingin mencoba mendaki gunung tetapi masih takut tersesat atau belum percaya diri dengan medan yang berat? Bukit bisa menjadi pilihan untuk belajar sebelum naik ke gunung dengan jalur yang lebih panjang dan menantang.
Sejumlah bukit di kawasan Malang, Batu hingga Pasuruan memiliki jalur yang bisa dijadikan tempat latihan bagi pendaki pemula. Jaraknya relatif terjangkau, sehingga pendaki bisa belajar mengatur napas, membawa perlengkapan, hingga menyesuaikan diri dengan medan menanjak.
Baca Juga : Proyeksi Belanja Kota Batu 2027 Capai Rp 1,05 Triliun
Konten kreator hiking Putri Cahya membagikan rekomendasi lima bukit yang dapat menjadi pilihan untuk belajar mendaki. Daftar tersebut dibagikan melalui akun Instagramnya.
"Pengen mendaki tapi takut nyasar, ini dia 5 urutan bukit untuk belajar mendaki," tulis Putri Cahya.
Ia juga mengingatkan pendaki pemula agar tidak langsung berangkat sendirian, meski jalur yang dipilih memiliki papan petunjuk.
"Papan petunjuknya jelas, toilet aman. Tapi baiknya ditemeni yang pernah ke sana ya gaes. Jangan sendirian. Cus berangkat," lanjutnya.
Berikut lima bukit yang direkomendasikan untuk belajar mendaki:
1. Bukit Kalindra
Bukit Kalindra berada di kawasan Coban Talun, Bumiaji, Kota Batu. Jalur pendakiannya memiliki jarak sekitar 2 kilometer pulang-pergi. Dengan ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl), bukit ini dapat menjadi pilihan untuk latihan awal.
Dalam informasi yang dibagikan Putri, ketinggian atau elevasi yang perlu ditempuh sekitar 200 meter. Harga tiket masuk yang tercantum sekitar Rp 12 ribu.
2. Bukit Kuneer
Berikutnya ada Bukit Kuneer yang berada di kawasan Kebun Teh Wonosari, Lawang, Kabupaten Malang. Jarak perjalanan menuju bukit ini sekitar 5 kilometer pulang-pergi dengan ketinggian 1.250 mdpl. Elevasinya sekitar 200 meter.
Pendaki juga bisa menikmati suasana perkebunan teh dalam perjalanan menuju kawasan bukit. Harga tiket masuk yang tercantum dalam rekomendasi tersebut sekitar Rp 10 ribu.
3. Bukit Bokong
Bukit Bokong berada di kawasan Pesanggrahan, Kota Batu. Jalurnya memiliki jarak sekitar 5 kilometer pulang-pergi.
Ketinggian bukit mencapai sekitar 1.746 mdpl dengan elevasi sekitar 450 meter. Medannya tentu lebih menantang dibanding dua rekomendasi sebelumnya sehingga bisa menjadi tahapan berikutnya bagi pendaki pemula yang sudah terbiasa berjalan di jalur menanjak. Harga tiket yang tercantum sekitar Rp 25 ribu.
4. Puthuk Lesung-Puthuk Elang
Rekomendasi berikutnya adalah Puthuk Lesung-Puthuk Elang yang berada di Tambaksari, Kabupaten Pasuruan.
Jalur yang ditempuh sekitar 8,5 kilometer pulang-pergi. Kawasan ini memiliki ketinggian sekitar 1.500 mdpl dengan elevasi sekitar 420 meter.
Baca Juga : Tak Sekadar Meriah, Disparta Imbau Karnaval Bersih Desa di Kota Batu Tonjolkan Esensi Pelestarian Budaya
Dengan jarak yang lebih panjang, jalur Puthuk Lesung-Puthuk Elang bisa menjadi latihan bagi pendaki yang ingin meningkatkan daya tahan sebelum mencoba jalur gunung. Harga tiket masuk yang tercantum sekitar Rp 5 ribu.
5. Budug Asu
Budug Asu menjadi rekomendasi terakhir dalam daftar tersebut. Lokasinya berada di kawasan Singosari, Kabupaten Malang.
Ada beberapa pilihan akses menuju Budug Asu, antara lain melalui BBIB Singosari dan melalui Kebun Teh Wonosari. Jarak perjalanan sekitar 8-10 kilometer pulang-pergi.
Budug Asu berada di ketinggian sekitar 1.422 mdpl dengan elevasi sekitar 500 meter. Harga tiket masuk yang tercantum sekitar Rp 10 ribu.
Khusus Budug Asu, Putri mengingatkan bahwa jarak tempuh dapat berbeda-beda. Hal itu bergantung pada lokasi pendaki memarkir kendaraan sebelum memulai perjalanan.
"Untuk Budug Asu, jaraknya tergantung lokasi kalian parkir kendaraan, lihat video tentang 'Titik Temu'," tulisnya.
Demikian 5 bukti yang bisa menjadi pilihan untuk mengenalkan tubuh pada aktivitas mendaki. Namun, pendaki pemula tetap perlu memperhatikan kondisi fisik, cuaca dan perlengkapan sebelum berangkat.
Meski jalur memiliki petunjuk, kondisi di lapangan dapat berubah. Karena itu, pendaki yang baru pertama kali mencoba sebaiknya mengajak teman yang sudah mengetahui jalur.
Selain membawa air minum dan makanan secukupnya, pendaki juga perlu menggunakan alas kaki yang sesuai serta membawa perlengkapan dasar seperti jas hujan, obat pribadi, senter dan telepon seluler.
Harga tiket dan kondisi jalur juga dapat berubah sewaktu-waktu. Pendaki sebaiknya mengecek informasi terbaru kepada pengelola atau pihak terkait sebelum berangkat. Selamat mencoba Sobat mendaki JatimTIMES!