JATIMTIMES - Jumlah kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) ke Kota Malang pada Juni 2026 tercatat sebanyak 906.978 kunjungan, turun tipis 0,15 persen dibandingkan Mei 2026. Meski demikian, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel justru meningkat menjadi 48,57 persen, didorong sejumlah agenda libur dan event berskala nasional yang berlangsung sepanjang Juni.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat adanya fenomena menarik pada sektor pariwisata selama Juni 2026. Di tengah penurunan tipis jumlah kunjungan wisatawan nusantara (wisnus), industri perhotelan justru menunjukkan kinerja yang lebih baik dengan meningkatnya tingkat hunian kamar dibandingkan bulan sebelumnya.
Baca Juga : Konferensi Internasional Perdana Ilmu Komunikasi UM, ICODES 2026 Sukses Digelar Virtual
Data BPS Kota Malang menunjukkan jumlah wisatawan nusantara dengan tujuan Kota Malang pada Juni 2026 mencapai 906.978 kunjungan. Angka tersebut turun 0,15 persen dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 908.328 kunjungan. Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, penurunannya mencapai 2,76 persen dari 932.728 kunjungan.
Di sisi lain, masyarakat Kota Malang yang melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Indonesia juga mengalami penurunan. Pada Juni 2026, jumlah wisatawan nusantara asal Kota Malang tercatat 922.918 perjalanan, turun 0,91 persen dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 931.438 perjalanan.
Namun secara tahunan, angka tersebut masih tumbuh 7,59 persen dibandingkan Juni 2025 yang hanya 857.805 perjalanan. Kepala Badan Pusat Statistik Kota Malang, Umar Sjaifudin, mengatakan fluktuasi kunjungan wisata pada Juni masih dipengaruhi pola perjalanan masyarakat yang menunggu momentum libur sekolah pada akhir bulan hingga Juli.
“Jumlah wisatawan nusantara tujuan Kota Malang pada Juni 2026 memang mengalami penurunan yang sangat tipis dibandingkan bulan sebelumnya. Namun secara umum aktivitas pariwisata tetap terjaga karena sepanjang Juni terdapat berbagai agenda nasional, libur panjang, serta mulai masuk periode libur sekolah yang mendorong mobilitas masyarakat,” kata Umar.
BPS mencatat, selama Juni 2026 Kota Malang menjadi lokasi berbagai kegiatan yang mendatangkan mobilitas masyarakat. Mulai dari peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, libur Tahun Baru Hijriah 1448 Hijriah, jadwal pemulangan jemaah haji, hingga memasuki masa libur tahun ajaran baru pada 21 Juni-12 Juli.
Selain itu, berbagai event juga digelar di Kota Malang, di antaranya Konser Semesta Berpesta, Splash Run Malang, Konser Sheila On 7, Humanity Concert, Mukernas XII Perkumpulan Dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PD-PGMI) Indonesia, Kompetisi Berkuda Piala Wali Kota Malang, Semarak Senada Roadshow, hingga Cakra Fun Run 2026.
Meski kunjungan wisata tidak mengalami lonjakan signifikan, sektor akomodasi justru memperlihatkan tren positif. Pada Juni 2026, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Kota Malang mencapai 48,57 persen, meningkat 5,09 poin dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 43,48 persen. Namun, angka tersebut masih sedikit lebih rendah dibandingkan Juni 2025 yang mencapai 49,39 persen atau turun 0,82 poin.
Menariknya, tingkat hunian hotel di Kota Malang masih jauh berada di atas rata-rata provinsi maupun nasional. TPK Kota Malang tercatat 10 poin lebih tinggi dibandingkan rata-rata hotel di Jawa Timur yang sebesar 38,57 persen, serta 7,37 poin lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 41,20 persen.
Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu (RLMT) di hotel Kota Malang selama Juni 2026 mencapai 1,39 hari. Angka tersebut meningkat dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 1,32 hari.
RLMT Kota Malang juga tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata Jawa Timur yang hanya 1,26 hari, meskipun masih sedikit di bawah rata-rata nasional sebesar 1,49 hari.
Menurut Umar, peningkatan tingkat hunian hotel menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi sektor pariwisata masih cukup baik meskipun jumlah kunjungan wisatawan mengalami koreksi tipis.
“Peningkatan tingkat penghunian kamar dan rata-rata lama menginap mengindikasikan bahwa wisatawan yang datang cenderung menghabiskan waktu lebih lama di Kota Malang. Kondisi ini memberikan dampak positif terhadap sektor perhotelan maupun usaha pendukung pariwisata,” jelasnya.
BPS juga mencatat mayoritas tamu hotel di Kota Malang masih didominasi wisatawan domestik. Dari seluruh tamu hotel yang menginap selama Juni 2026, sebanyak 97,26 persen merupakan tamu nusantara, sedangkan 2,74 persen merupakan wisatawan mancanegara.