Mahasiswa Didorong Ambil Peran Aktif Hadapi Krisis Ekonomi dan Pangan di Rakernas ISMEI Ke-XVI
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Dede Nana
23 - Feb - 2025, 02:16
JATIMTIMES - Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kanjuruhan Malang (FEB Unikama) sukses menggelar Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) Ke-XVI belum lama ini, di Auditorium Multikultural Unikama. Bertemakan "Ekonomi Inklusif dan Ketahanan Pangan untuk Indonesia Emas", kegiatan ini menjadi ajang dalam merumuskan solusi terhadap dua isu besar yang menjadi tantangan global, yaitu pembangunan ekonomi yang merata dan ketahanan pangan untuk masa depan.

Dekan FEB Unikama, Dr. Endah Andayani, M.M., dalam sambutannya mengingatkan pentingnya peran mahasiswa dalam menghadapi krisis ekonomi dan pangan. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menjadi pengkritik, tetapi juga harus aktif menyumbangkan ide dan solusi untuk menciptakan kebijakan yang berpihak pada masyarakat.
Baca Juga : Paus Fransiskus Kritis, Alami Infeksi Pernafasan
“Mahasiswa harus kritis dan proaktif dalam memberikan solusi. Melalui forum ini, kita dapat merumuskan langkah-langkah strategis yang akan mewujudkan ekonomi inklusif dan berkeadilan,” kata Dr. Endah.

Sebagai keynote speaker, Penasihat Khusus Presiden, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP, menyampaikan pandangan senada. Ia menekankan bahwa mahasiswa seharusnya tidak hanya fokus pada kritik, tetapi juga harus menjadi bagian dari solusi nyata, terutama dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
"Rekomendasi yang kalian buat akan sangat berguna bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang berhubungan dengan ekonomi dan ketahanan pangan,” tegasnya.
Menurut data Kementerian Pertanian, sektor pertanian Indonesia masih berperan besar dalam perekonomian negara, menyumbang lebih dari 12 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, tantangan besar dalam sektor ini adalah penyediaan pangan yang cukup untuk populasi yang terus berkembang. Pemerintah menargetkan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan hasil pertanian sebesar 30 persen pada tahun 2030.

Acara ini juga menampilkan diskusi panel yang melibatkan sejumlah pembicara dari berbagai sektor, termasuk Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP, perwakilan Gubernur Jawa Timur, Dr. Moch Devis Susandika, S.STP, M.SE, Anggota DPD RI Dr. Lia Istifhama, M.E.I, dan Ketua Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, SH., M.HP.
Mereka membahas langkah-langkah konkret untuk menciptakan ekonomi yang lebih inklusif dan memastikan ketahanan pangan di seluruh negeri. Salah satu rekomendasi utama dari diskusi ini adalah peningkatan investasi di sektor pertanian, penguatan UMKM, serta pemanfaatan teknologi untuk efisiensi produksi dan distribusi pangan.
Sementara itu, Rakernas ISMEI Ke-XVI ini bukan hanya menjadi momen pelantikan pengurus baru, tetapi juga wadah bagi mahasiswa ekonomi se-Indonesia untuk berdiskusi tentang langkah strategis yang dapat diambil dalam menghadapi tantangan-tantangan besar bangsa.
Baca Juga : BEM Malang Raya Curhat, Legislator Ahmad Irawan Beri Penjelasan yang Bikin Adem
Acara ini diikuti oleh sekitar 50 Ketua BEM Fakultas Ekonomi Bisnis dari berbagai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Dengan komitmen untuk berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional, ISMEI bertekad untuk mewujudkan ekonomi inklusif dan ketahanan pangan yang berkelanjutan, menuju Indonesia Emas 2045.
