Mengenal Hardballing, Tren Baru dalam Hubungan Romansa Agar Tidak Menjadi Korban Ghosting
Reporter
Mutmainah J
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
12 - Feb - 2025, 07:20
JATIMTIMES - Saat ini, ada banyak sekali istilah-istilah dalam hubungan anak muda, mulai dari 'pocketing', 'zombeing', ataupun 'ghosting'.
Istilah-istilah ini muncul akibat munculnya perkembangan teknologi yang semakin pesat dan pandemi yang perlahan mengubah kebiasaan orang dalam berkencan.
Baca Juga : Cosplay Feni Chi: Menjiwai Karakter Fiksi, Membebaskan Ekspresi
Selain istilah-istilah di atas, belakangan muncul istilah baru yakni 'Hardballing'. Istilah ini katanya bisa menjadi solusi bagi seseorang yang sering menjadi korban ghosting. Lantas apa sebenarnya hardballing itu?
Definisi Hardballing
Logan Ury, Direktur Ilmu Hubungan di Hinge mengatakan jika Hardballing merupakan istilah baru dalam dunia kencan yang berarti kamu secara jelas menyampaikan ekspektasi dalam sebuah hubungan. Baik itu menginginkan hubungan jangka panjang yang serius atau hanya hubungan kasual.
"Beberapa orang menyebutnya sebagai “dating like a CEO.” Ini adalah kehidupan cintamu, jadi mengapa kamu tidak boleh menentukan apa yang kamu harapkan dan inginkan dari pengalaman tersebut?," ungkapnya dilansir HuffPost, Rabu (12/2/2025).
Dengan kata lain, Hardballing bisa dikatakan sebagai pendekatan berkencan dengan tujuan yang jelas.
Istilah Hardballing berarti menyampaikan semua ekspektasimu di awal, bahkan sebelum pergi kencan pertama. Dengan cara ini, kamu tidak membuang waktu dan bisa langsung menyaring orang-orang yang mungkin tidak memiliki keseriusan yang sama dalam hubungan.
"Sebagian besar dari pendekatan hardballing adalah bersikap terus terang tentang apa yang kamu inginkan, kemudian menanyakan kepada orang lain apa yang mereka inginkan, dan berharap kalian menginginkan hal yang sama. Pendekatan ini jauh lebih kuat daripada hanya membuat asumsi," jelas Ury dikutip Pure Wow.
Mengapa Hardballing itu Penting?
Susan Winter, penulis buku terlaris dan pakar hubungan dari "Breakup Triage: The Cure for Heartache", menggambarkan hardballing sebagai metode tanpa kompromi untuk mempertahankan batasan dan tujuan romansa.
Menurutnya, hardballing dapat membantu memberikan gambaran yang jelas dan pasti tentang masa depan potensial. Selain itu, metode ini juga memastikan bahwa kamu tahu persis apa yang kamu dapatkan ketika memutuskan untuk berkencan dengan seseorang.
"Bayangkan berapa banyak waktu dalam hidup yang tidak akan terbuang sia-sia hanya karena berharap seseorang akhirnya akan menyukaimu cukup untuk menjalin hubungan, atau berkencan dengan harapan bahwa begitu mereka jatuh cinta padamu, mereka akan ingin menikah. Ada begitu banyak ketidakpastian di dalamnya. Maka, akan jauh lebih baik untuk bersikap jujur sejak awal," ungkap Winter, dilansir laman Today.
Cara Melakukan Hardballing
Cara melakukan hardballing, selalu lebih baik untuk bersikap sejelas mungkin. Dengan begitu, tidak ada ruang untuk kesalahpahaman.
"Ketika seseorang sudah jelas tentang alasan mereka berkencan dan apa yang mereka inginkan dari pasangan, sangat penting untuk mengungkapkannya secara langsung. Masalah yang kita hadapi saat ini adalah ketidakjelasan. Hal ini yang menciptakan 'situationship' serta membuat orang bertahan dengan harapan bahwa hubungan akan berkembang menjadi sesuatu yang lebih serius," ujar Winter.
Meskipun tidak ingin menyakiti perasaan pasangan kencanmu, hardballing bertujuan agar mereka benar-benar memahami maksudmu ketika mengungkapkan rencana masa depanmu.
Baca Juga : 3 Skenario Pergerakan Harga Ethereum di Tahun 2025
Cara terbaik untuk melakukannya ialah dengan menggunakan bahasa yang jelas, bijaksana, taktis, dan diplomatis.
Kelebihan Hardballing
Professor Health Policy dan Management di City University of New York (CUNY), Bruce Y. Lee M.D., M.B.A., melalui tulisannya di laman Psychology Today, mengatakan, hardballing bisa menjadi pendekatan yang langsung dan transparan. Berbeda dari dunia kencan yang sering kali dipenuhi dengan ilusi dan kepura-puraan, banyak orang membangun citra diri yang mungkin tidak sesuai dengan kenyataan.
Bahkan, jika tidak ada niat untuk menipu, rasa gugup dan ketidakpastian sering kali membuat seseorang tidak bisa menunjukkan diri yang sebenarnya. Dengan hardballing, semua topeng bisa langsung terbuka dan dalam beberapa kasus justru membuat orang merasa lebih nyaman.
Jika tujuan akhir kencanmu adalah menemukan pasangan jangka panjang, maka hardballing bisa menjadi pilihan yang sangat masuk akal. Mungkin kamu membenci permainan tarik-ulur dalam dunia kencan atau kamu merasa tidak pandai dalam hal itu.
Bisa juga karena kesibukan kerja, sehingga kamu tidak ingin membuang waktu dengan orang yang tidak cocok. Atau, mungkin kamu sudah lebih dewasa dan tidak memiliki keleluasaan waktu seperti saat masih berusia 20-an. Ada banyak alasan mengapa menghemat waktu dan tenaga dalam dunia kencan bisa menjadi hal yang sangat penting.
Poin Penting Hardballing
Lee, dalam tulisan di laman Psychology Today, juga mengingatkan, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai mengenai pendekatan ini. Ada orang yang mungkin terlihat bersikap tegas dan langsung.
Hanya karena seseorang berbicara dengan jujur, bukan berarti mereka tidak sedang mengarang cerita, menyesatkan, atau bahkan berbohong secara terang-terangan. Terkadang, orang mengklaim sebagai kebalikan dari diri mereka yang sebenarnya.
Misalnya, seorang narsisis bisa saja menyebut diri mereka empati atau berperilaku sangat peduli saat mencoba memikat. Namun, begitu kamu benar-benar membutuhkan empati dari mereka, sifat egois dan mementingkan diri sendiri mulai terlihat.
Faktanya, gaya komunikasi yang terlalu keras bisa digunakan untuk mengalihkan perhatianmu dari tanda bahaya yang mereka miliki. Oleh karena itu, penting untuk selalu memeriksa apakah tindakan seseorang sesuai dengan kata-katanya dalam jangka panjang, terlepas dari seberapa tegas atau meyakinkan mereka saat bersikap.
Jika seseorang berusaha terlalu keras untuk terlihat tegas dan dominan, itu sendiri bisa menjadi tanda bahaya. Jangan biarkan sikap seperti ini mengaburkan penilaianmu dan membuatmu gagal mengenali tanda-tanda peringatan.
Nah itu dia penjelasan mengenai hardballing yang perlu sobat JatimTimes ketahui agar tidak menjadi korban ghosting terus-menerus.
