Pemkot Blitar Launching Sentra IKM di Agrowisata Blimbing Karangsari: Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Ekspor
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
A Yahya
13 - Sep - 2024, 04:45
JATIMTIMES - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Pemerintah Kota Blitar meluncurkan Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Agrowisata Blimbing Karangsari, Kamis (12/9/2024). Kegiatan ini juga diwarnai dengan dialog interaktif yang membahas peluang ekspor bagi para pelaku IKM di Kota Blitar, yang diharapkan mampu membuka akses baru bagi produk-produk lokal untuk menembus pasar internasional.
Kepala Disperindag Kota Blitar, Hakim Sisworo dalam sambutannya menyampaikan bahwa dialog ini merupakan upaya konkret pemerintah untuk membantu para pelaku usaha kecil menghadapi berbagai tantangan, seperti akses pemasaran dan peningkatan kualitas produksi. "Dialog interaktif peluang ekspor bagi IKM ini sebagai upaya untuk memberikan jalan keluar kendala yang dihadapi pelaku usaha di Kota Blitar pada umumnya. Ini memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Hakim.
Baca Juga : Kekurangan Dokter Umum di Puskesmas, Dinkes Kabupaten Blitar Ajukan Tambahan Formasi
Hakim juga menjelaskan, perkembangan IKM di Kota Blitar semakin signifikan. Beberapa industri yang telah berhasil memproduksi barang berkualitas ekspor antara lain industri kendang, wajik klethik, opak gambir, pande besi, dan batik. Menurutnya, acara ini tidak hanya menjadi wadah untuk bertukar informasi, tetapi juga sarana edukasi bagi para pelaku usaha tentang ketentuan ekspor impor, dokumen yang diperlukan, serta kebijakan terkini terkait ekspor-impor.
Sentra IKM yang diluncurkan di Agrowisata Blimbing Karangsari akan difokuskan pada pengolahan produk blimbing, yang merupakan salah satu komoditas unggulan Kota Blitar. Kehadiran sentra ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi perkembangan ekonomi lokal, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi produk blimbing untuk menembus pasar ekspor.
Menurut data terbaru yang dipaparkan dalam acara tersebut, pertumbuhan ekonomi IKM di Kota Blitar tahun 2023 menyumbang sekitar 98 persen terhadap investasi daerah, sebuah angka yang mencerminkan betapa besarnya kontribusi sektor ini bagi perekonomian kota. Sentra IKM Blimbing Karangsari diharapkan bisa meningkatkan angka tersebut, sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis industri kecil dan menengah.
Walikota Blitar, dalam sambutannya, mengungkapkan harapannya bahwa dialog interaktif ini dapat memberi manfaat besar bagi para pelaku IKM. "Acara ini diharapkan dapat memberikan ilmu dan pengetahuan bagi pelaku IKM, sehingga mereka semakin paham tentang langkah-langkah yang perlu diambil untuk meningkatkan produktivitas usaha," kata Walikota. Ia juga menegaskan bahwa keberadaan Agrowisata Blimbing harus mampu meningkatkan daya saing produk lokal hingga layak ekspor. "Untuk pembinaan di Agrowisata Blimbing, kami berharap para pelaku IKM dapat meningkatkan hasil produksi sehingga dapat melakukan ekspor sesuai dengan kelayakan produknya," tambahnya.
Selain peluncuran sentra IKM, acara ini juga diisi dengan pemberian bantuan alat produksi bagi beberapa pelaku usaha makanan dan minuman di Kota Blitar. Bantuan ini diharapkan dapat membantu mereka meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya, sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.
Baca Juga : Proyek Pembangunan Museum PETA Kota Blitar Mulai Digarap, Target Rampung Desember Mendatang
Dalam kesempatan yang sama, pemerintah Kota Blitar juga memberikan sertifikasi hak cipta kepada sejumlah pengrajin batik, sebagai bentuk penghargaan dan perlindungan terhadap hasil karya mereka. Sertifikasi ini dianggap penting untuk menjaga orisinalitas dan kualitas produk batik Kota Blitar, yang semakin diminati pasar nasional maupun internasional.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan melalui program-program seperti ini, Pemerintah Kota Blitar berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan industri kecil dan menengah. Langkah-langkah yang diambil diharapkan mampu membawa IKM Kota Blitar ke tingkat yang lebih tinggi, baik dari segi kualitas produksi, perluasan pasar, maupun daya saing di kancah global.
