JATIMTIMES– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mengungkapkan adanya kekurangan jumlah dokter umum di beberapa puskesmas, yang berdampak pada pelayanan kesehatan di tingkat kecamatan. Saat ini, beberapa puskesmas bahkan hanya memiliki satu dokter umum untuk melayani ratusan pasien setiap harinya.
Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kabupaten Blitar, Suhandono, menjelaskan bahwa jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Blitar sebenarnya sudah mencapai lebih dari 3.000 orang. Tenaga kesehatan tersebut meliputi dokter, perawat, ahli gizi, fisioterapis, dan tenaga medis lainnya. "Namun, meskipun jumlah tenaga kesehatan sudah cukup banyak, distribusinya belum ideal, terutama dalam hal jumlah dokter umum," kata Suhandono, Kamis (12/9/2024).
Baca Juga : Proyek Pembangunan Museum PETA Kota Blitar Mulai Digarap, Target Rampung Desember Mendatang
Saat ini, Kabupaten Blitar memiliki 239 dokter yang tersebar di rumah sakit dan puskesmas. Meski demikian, jumlah ini dianggap belum mencukupi untuk melayani seluruh wilayah Kabupaten Blitar, yang terdiri dari 22 kecamatan dengan 24 puskesmas. Suhandono mencontohkan, puskesmas di Kecamatan Ponggok, Bakung, dan Wates hanya memiliki satu dokter umum. Kondisi ini cukup mengkhawatirkan mengingat puskesmas-puskesmas tersebut harus menangani lebih dari 100 pasien rawat jalan setiap harinya, belum termasuk pasien rawat inap.
“Kami terus mengupayakan agar kebutuhan dokter umum ini dapat terpenuhi,” ujar Suhandono. Ia menambahkan bahwa pihaknya telah menyampaikan kondisi ini kepada pemerintah, khususnya dalam hal penambahan formasi dokter saat rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Menurutnya, tahun ini Dinkes Kabupaten Blitar mendapatkan alokasi delapan formasi dokter yang rencananya akan ditempatkan di beberapa rumah sakit daerah dan puskesmas.
Selain itu, kekurangan tenaga kesehatan, terutama dokter umum, juga telah coba diatasi melalui rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Tahun lalu, Kabupaten Blitar mendapatkan beberapa tambahan tenaga medis dari program ini, meski jumlahnya masih belum mencukupi. “Kami berharap ada penambahan formasi tenaga kesehatan secara signifikan, terutama dokter umum, untuk puskesmas-puskesmas di daerah terpencil,” tutur Suhandono.
Kondisi kekurangan dokter umum ini dikhawatirkan bisa berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan di puskesmas, terutama di wilayah yang memiliki akses terbatas terhadap rumah sakit besar. Beberapa puskesmas yang memiliki satu dokter umum harus bekerja lebih keras untuk melayani seluruh pasien. Hal ini, menurut Suhandono, dapat mempengaruhi efektivitas layanan, karena dokter yang ada harus menangani berbagai jenis penyakit dengan jumlah pasien yang terus meningkat.
Kebutuhan tenaga medis yang ideal di puskesmas sebenarnya tidak hanya mencakup dokter umum, tetapi juga dokter spesialis serta tenaga medis lainnya. Namun, prioritas utama saat ini adalah menambah jumlah dokter umum karena mereka yang bertanggung jawab dalam memberikan layanan kesehatan dasar kepada masyarakat di tingkat puskesmas.
Dinkes Kabupaten Blitar berharap, dengan adanya tambahan delapan formasi dokter umum dari rekrutmen CPNS tahun ini, setidaknya beberapa puskesmas yang mengalami kekurangan tenaga medis bisa segera teratasi. Meskipun begitu, Suhandono menekankan bahwa masih diperlukan upaya lebih lanjut untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan yang ideal di seluruh wilayah Kabupaten Blitar.
Baca Juga : 22 Pasangan Nikah di Luar KUA Kota Blitar hingga Pertengahan September
Sementara itu, masyarakat di daerah-daerah yang kekurangan dokter umum berharap pemerintah segera mengambil tindakan lebih konkret. “Kami sangat berharap ada penambahan dokter di puskesmas. Setiap hari banyak sekali pasien yang berobat, tapi kadang harus menunggu lama karena dokter yang menangani hanya satu orang,” ujar salah satu warga Ponggok yang tidak ingin disebutkan namanya.
Kendala kekurangan dokter ini menjadi perhatian serius bagi Dinkes Kabupaten Blitar. Dengan populasi yang terus bertambah dan kebutuhan pelayanan kesehatan yang meningkat, Suhandono berharap penambahan tenaga medis menjadi prioritas pemerintah daerah maupun pusat. "Pelayanan kesehatan adalah kebutuhan dasar, dan kami ingin memastikan bahwa setiap warga Kabupaten Blitar bisa mendapatkan akses layanan yang cepat dan tepat," pungkasnya.