20 PKL Ngadu ke DPRD Soal Rencana Penertiban, Dua Lokasi Jadi Usulan Relokasi

10 - Sep - 2024, 04:05

Hearing puluhan PKL Jalan Sultan Agung Kota Batu dengan DPRD ean dinas terkait tentang solusi rencana penertiban oleh Pemkot Batu.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)


JATIMTIMES - Sekitar 20 pedagang kaki lima (PKL) Jalan Sultan Agung yang tergabung dalam paguyuban Among Roso mendatangi kantor DPRD Kota Batu, Selasa (10/9/2024). Mereka meminta solusi atas penertiban yang dilakukan Pemkot Batu untuk bisa mendapatkan tempat layak kembali berjualan. Beberapa opsi pun dimunculkan sebagai alternatif relokasi.

"Hari ini PKL yang tergabung di Among Roso, mereka berjualan di dekat Museum Angkut menyampaikan aspirasi mengenai adanya pemberitahuan penertiban di Jalan Sultan Agung untuk meminta solusi terbaik," terang Wakil Ketua Sementara DPRD Kota Batu Punjul Santoso.

Baca Juga : Puguh Pamungkas Gelar Konsolidasi Pasca Dilantik Anggota DPRD Jatim: Komitmen PKS Bela Rakyat

Dikatakan, para pedagang memohon agar masih bisa berjualan di area tersebut. Sebab, mereka sudah belasan tahun berjualan dan memiliki pelanggan tetap. Selain itu, mereka juga merasa sempat kesulitan pasca pandemi dan sekarang dihadapkan dengan rencana penertiban.

Ia membenarkan bahwa yang dilakukan Pemkot Batu melalui Satpol-PP merupakan penegakan peraturan daerah (Perda). Di antaranya agar badan jalan dan pedestrian dapat difungsikan secara maksimal. Namun, ia juga memahami bahwa PKL berkeinginan untuk tetap bisa berjualan. 

"Berikutnya dalam dua hari ini pimpinan dan seluruh fraksi untuk segera memanggil Dinas Pupr, Diskoperindag, Dinas Pariwisata, Satpol-PP, dan Dishub, serta camat untuk mengambil solusi agar bagimana PKL Sultan Agung diberikan fasilitas," tambahnya.

Sejumlah alternatif lokasi diusulkan, di antaranya halaman Kantor KONI Kota Batu, dan masuk wilayah PT Paramount di area Kafe Bukit Bintang.

"Mungkin kita komunikasikan lahan di Kantor KONI tapi tidak paten disitu. Kalau berjualan pakai tenda kerika selesai dibersihkan. Berikutnya opsinya ikut di Kafe Bukit Bintang, jika diberi kesempatan. Yang sebelumnya sudah ada sekitar 21 pedagang apakah bida ditambah atau tidak. Mungkin saja akan tambah ramai dengan banyaknya kuliner," katanya.

Baca Juga : Kota Blitar Rayakan Haornas Ke-41 dengan Liga Pelajar dan Upacara Meriah

Usulan tersebut, lanjut Punjul, akan dibicarakan kembali untuk dipilih mana yang lebih memungkinkan dilakukan.

"Yang jelas akan dikomunikasikan dulu dengan yang terkait. Tidak bisa sehari dua hari bisa selesai," Imbuh Punjul.


Topik

Peristiwa, pkl, kota batu, paguyuban among roso, dprd kota batu,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette