Dinkes Kota Malang Terus Pantau Kasus RS Hermina dan Tingkatkan Koordinasi Rumah Sakit
Reporter
Hendra Saputra
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
17 - Mar - 2024, 03:43
JATIMTIMES - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang akan terus melakukan pemantauan pada perkembangan kasus RS Hermina. Hal itu termasuk dengan melakukan peningkatan koordinasi dan komunikasi kepada seluruh rumah sakit yang ada di Kota Malang.
Sekretaris Dinkes Kota Malang, dr Umar Usman mengaku pada kasus RS Hermina itu, koordinasi diduga menjadi penyebab pasien kritis terabaikan hingga berujung meninggal dunia pada Senin (11/3/2024) lalu. Pihaknya pun sejauh ini telah memintai keterangan pihak RS Hermina, bahkan juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
Baca Juga : Buntut Kasus RS Hermina, Dinkes Kota Malang Beri Imbauan kepada Seluruh Rumah Sakit
“Kami sudah ke Hermina dan koordinasi ke Polresta. Jadi kami juga melihat kronologi yang disampaikan pihak Hermina dan pihak keluarga (korban),” kata dr Umar, Sabtu (16/3/2024).
Menurutnya, koordinasi internal RS Hermina untuk bisa menjelaskan informasi terkait tindakan yang dilakukan perlu dievaluasi. Sebab tindakan yang dilakukan RS Hermina disebut tidak tersampaikan ke pihak keluarga pasien.
“Jadi imbauan kami soal komunikasi atau penjelasan (pihak RS Hermina) kepada keluarga pasien perlu ditingkatkan,” ujar dr Umar.
Berdasarkan keterangan yang dia dapat, bed RS Hermina pada saat peristiwa itu sudah over kapasitas. Dari kapasitas 16 bed, pasiennya mencapai 21 orang.
“Jadi ketika pasien datang, sudah diperiksa, mau diturunkan (penambahan) bed dari lantai 2, begitu ceritanya,” kata Umar.
Baca Juga : Anak Usaha ASDP Operasikan KMP Swarna Bahtera di Rute Surabaya - Labuan Bajo
Namun saat itu pasien kritis yang datang tak diberitahu soal penyiapan bed tambahan. Diketahui, keluarga pasien hanya mendapat informasi bahwa bed penuh. Sehingga, pasien dilarikan ke RSSA dan dinyatakan meninggal di perjalanan.
“Dalam hal ini, penyampaian penjelasan dan keterangan kepada pihak pasien harus lebih ditata. Jadi koordinasi internal RS Hermina perlu ditingkatkan untuk mengurangi kesalahpahaman seperti kasus kemarin,” beber Umar.
Sejauh ini, pihaknya juga telah memberikan imbauan kepada RS Hermina agar lebih rinci dalam menyampaikan informasi kepada pihak pasien.
