Dihadiri Mayoritas Pecinta Bola, Sosper tentang Trantibun Dinilai Tidak Tepat Sasaran

Reporter

Moh. Ali Mahrus

Editor

Yunan Helmy

12 - Oct - 2023, 01:11

Acara sosialisasi perda di aula Pemkab Jember. (foto : Moh. Ali Makrus / Jember TIMES)


JATIMTIMES - Kegiatan Sosialisasi Perda (Sosper) tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibun) yang digelar pada Rabu (11/10/2023) oleh anggota DPRD Jember Try Sandi Apriana di Aula PB. Sudirman dinilai tidak tepat sasaran.

Hal ini diungkap oleh peserta sosper  yang enggan disebut namanya. Menurut pria yang juga anggota Askab Jember itu, sosialisasi yang dihadiri oleh sekitar 30 orang tersebut membahas  pasal-pasal larangan berjualan di trotoar dan juga pasal lainnya.

Baca Juga : Mari Bernostalgia Sambil Dengerin 7 Lagu Padi Ini

 

"Ada beberapa pasal yang dibacakan, tapi tidak semua, hanya pasal 18 saja sepertinya. Pasal ini (sambil menunjukkan hand out Perda Trantibun yang diterimanya) jelas tidak masuk ke teman-teman pecinta bola," ujarnya.

Dirinya menilai, sosialisasi Perda tentang Trantibun seyogyanya disampaikan kepada para PKL dan pedagang yang selama ini berjualan dengan menggunakan trotoar maupun fasum. "Seharusnya sosialisasi ini menghadirkan pelaku UMKM khususnya para PKL, kalau ke pecinta bola, ya gak tepat sasaran," jelasnya.

Informaai lain menyebutkan, acara sosper ini ditunggangi dengan acara Kongres Askab Jember. Sebab, acara sosper yang berakhir sekitar pukul 11.30  dilanjutkan dengan acara Kongres Askab Jember. Hal ini ditandai dengan bergantinya banner yang terpasang, yakni kongres dimulai pada pukul 13.30 siang.

"Itu jelas acara kongres disisipkan di acara sosper karena tadi ada beberapa peserta sosper yang sudah tanda tangan kehadiran, tapi gak ikut kongres. Pulang tidak ada dana transportnya. Padahal, transport bagi peserta sosper ada regulasinya. Dari sekian peserta, lebih dari 90 persen juga peserta kongres. Otomatis anggaran transport diberikan kepada peserta kongres. Kalau sudah begini, berarti kongres numpang acara sosper. Apalagi anggota DPRD yang melakukan sosper juga ketua Askab," jlentrehnya.

Sedangkan, acara Kongres Askab  diikuti oleh 47 peserta dari 49 yang diundang plus satu peserta dari AFK (Asosiasi Futsal).

Sayangnya Tri Sandi tidak bersedia memberikan keterangan. Bahkan yang bersangkutan langsung meninggalkan lokasi kongres.

Baca Juga : Aneh, Sosialisasi Perda DPRD Jember Tidak Boleh Diliput Wartawan

 

Seperti diberitakan sebelumnya, acara Sosper tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat ini digelar pada sesi pertama atau siang hari sebelum digelarnya acara Kongres Askab.

Namun, sebelu. acara dimulai, sejumlah wartawan berniat wawancara kepada Tri Sandi, yang juga menantu bupati Jember. Namun yang bersangkutan enggan memberikan keterangan karena merasa pada acara sosialisasi tersebut, dirinya tidak merasa mengundang wartawan.

"Maaf saya tidak mengundang wartawan dalam acara ini. Kalau soal Askab, nanti ada sesinya sendiri," pungkas Tri Sandi walau akhirnya wartawan kembali kecewa karena yang bersangkutan langsung meninggalkan lokasi kongres. 
 


Topik

Pemerintahan, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette