Melalui Perumda Tunas, Pemkot Malang Miliki Rumah E-Sport Pertama di Indonesia
Reporter
Hendra Saputra
Editor
A Yahya
31 - Mar - 2023, 04:00
JATIMTIMES - Pemerintah Kota Malang (Pemkot Malang) melalui Perumda Tugu Aneka Usaha (Tunas) bekerja sama dengan PT Infra Yes Solusindo. Hal itu dalam hal mendirikan Rumah E-Sport pertama di Indonesia yang diberi nama M-Zone.
Rumah E-Sport pertama di Indonesia itu terletak di area Perumda Tunas Malang, Jalan Kolonel Sugiono, Kota Malang. Launchingnya sendiri dilakukan langsung oleh Wali Kota Malang, Drs Sutiaji bersama Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko dan stakeholder Kota Malang, Kamis (30/3/2023).
Baca Juga : Bupati Hendy Tinjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu di Dukuh Dempok

Didirikannya M-Zone sendiri diharapian mampu menjadi pusat digitalisasi E-Sport terpadu. Di sana juga terdapat aneka usaha UMKM yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas berbasis green techonology.
Sutiaji sendiri mengaku bahwa sebelum adanya rumah E-Sport ini, pihaknya telah mencanangkan sejak empat tahun lalu, yakni memiliki industri Ekonomi Kreatif (Ekraf) dari aplikasi dan game. Dan kini, hal itu benar-benar terwujud berkat kerjasama Perumda Tunas Malang dengan PT Infra Yes Solusindo.
“InsyaAllah potensi Malang ini luar biasa dan ekosistemnya semakin terbangun,” ujar Sutiaji, Kamis (30/3/2023).
Menurut Sutiaji, rumah E-Sport M-Zone merupakan bukti nyata era digitalisasi saat ini. Dimana game dapat menjadi salah satu bagian yang mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya Kota Malang.
“Pak Dodot (Direktur Perumda Tunas Malang) bersama PT Infra Yes Solusindo langsung menangkap itu dan mengembangkan ini (rumah E-Sport) lebih bagus. Ini akan kita kuatkan,” ungkap Sutijlaji.
Tak hanya sekadar dibangun, Sutiaji berharap agar potensi atlet E-Sport dapat muncul dari rumah E-Sport. Karena disitu wadah sesungguhnya bagi gamers di Kota Malang.
“Kami disini ingin menunjukkan bahwa Malang ini gudangnya talenta-talenta E-Sport,” tegas Sutiaji.
Sebagai informasi, rumah E-Sport M-Zone ini memiliki berbagai fasilitas penunjang bagi para gamers. Mulai dari komputer, free WiFi hingga ruang untuk podcast ataupun mengembangkan para komentator yang bergerak di dunia game.
Terpisah, Direktur Utama Perumda Tunas Malang, Dodot Tri Widodo menjelaskan bahwa makna M-Zone sendiri merupakan kepanjangan dari Malang Zona Bermain. “M itu Malang dan Zone itu zona bermain. Dimana kita mewadahi anak-anak yang punya passion di bidang game. Apalagi e-sport sudah menjadi agenda nasional dan internasional,” jelas Dodot.
Disitu, Dodot juga sepakat dengan Sutiaji dimana rumah E-Sport diharap mampu menjadi wadah gamers untuk mengembangkan bakatnya. Dan juga dapat menjadi pembinaan bagi bibit-bibit atlet E-Sport untuk bisa masuk ke jenjang yang lebih profesional.
“Kita kerjasama dengan ESI (E-sport Indonesia) Jawa Timur. Jadi mereka bukan sekadar bermain, tetapi disinilah tempat untuk bisa menjadi profesional,” tutur Dodot.
Uniknya, pengelolaan rumah E-Sport ini dikembangkan dari bisnis UMKM yang ada disekitarnya. Sehingga, bisnis UMKM berkembang seiring majunya E-Sport di Kota Malang.
Baca Juga : FIFA Batalkan RI Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Gerindra: Menyedihkan!

“Kita dapat duit ya dari UMKM disini. Kalau anak-anak sudah kumpul disini dengan internet gratis, kita sediakan UMKM yang berjualan makanan dan minuman,” ungkap Dodot.
Dodot pun mengaku bahwa masyarakat jika ingin menggunakan fasilitas di rumah E-Sport tak perlu khawatir. Karena tidak ada pungutan biaya sepeserpun atau gratis.
Rumah E-Sport sendiri akan dibuka setiap hari sejak pukul 08.00 hingga 22.00 WIB. Disitu para gamers bisa datang, belajar dan bermain.
“Suplai listrik disini juga ramah lingkungan. Kita pakai tenaga matahari untuk suplai listriknya,” ujar Dodot.
“Disini juga akan kita adakan kompetisi rutin mulai tingkat Malang hingga Jawa Timur atau nasional sekalipun,” sambungnya.
Sementara, Owner PT Infra Yes Solusindo Yehan Siregar membeberkan bahwa ide pembuatan Rumah E-Sport pertama di Indonesia ini lahir dari keinginan besar digitalisasi ekonomi berbasis green energi tidak hanya sebatas jargon.
“Tepat juga di Hari Ulang Tahun Kota Malang ke-109, misi kami pun terwujud dan ini adalah sejarah yang kita torehkan bersama bahwa konsep digitalisasi seperti M-Zone ini adalah yang pertama di Indonesia,” beber Yehan.
Untuk para pelaku UMKM yang ingin bergabung, cukup dengan modal Rp5 juta bisa membuka usaha di M-Zone. Disitu mereka sudah mendapat fasilitas internet yang super cepat di area yang berisikan komunitas E-Sport.
“Kita tunjang dengan panel Surya sebagai satu-satunya sumber energi. Besar harapan, konsep ini bisa berkelanjutan dan berkembang di seluruh penjuru Nusantara,” tutup Yehan.
