Puan Maharani Serap Aspirasi dan Berikan Bantuan Nelayan Banyuwangi
Reporter
Nurhadi Joyo
Editor
Dede Nana
13 - Nov - 2021, 12:13
JATIMTIMES - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Banyuwangi, Jumat (12/11/2021). Kunker yang dilakukan Puan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kampung Mandar.
Puan disambut dengan lantunan salawat Nabi. Setelahnya, Puan mengawali acara dengan melakukan santunan anak yatim yang didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Baca Juga : Sepekan Banjir Bandang, Pemkot Batu Terus Kaji Cepat Kerugian
Puan berkomitmen menyerap aspirasi dan menampung permasalahan para nelayan di Banyuwangi sekaligus berupaya memberikan solusinya. "Saya ingin mengetahui apa saja kebutuhan dan permasalahan nelayan yang ada di sini. Saya minta bapak dan ibu nelayan untuk menyampaikan masalah-masalahnya selama ini," ucap Puan.
Dia menuturkan, Indonesia adalah negara maritim yang sangat besar. Terdiri dari sekitar 17 ribu pulau dan semua penuh kekayaan alamnya. "Di sini (Banyuwangi) saja saya lihat ada berbagai macam kerang. Ada kerang bambu, kerang hijau, kerang kipas. Kemudian cuminya segar-segar, ikannya juga bermacam-macam," ujar Puan.
Realitas di lapangan tersebut menunjukkan alam Indonesia sangat kaya, sehingga Puan mengajak masyarakat khususnya para nelayan yang mencari ikan di laut ikut terlibat aktif dalam menjaga ekosistem laut .
Selanjutnya Puan menuturkan kedatangannya ke kota yang berada di ujung timur Pulau Jawa memiliki harapan besar dan ingin melihat Banyuwangi lebih baik di masa mendatang.
Saat bertemu dengan nelayan dan para istri di TPI Mandar, Puan memberikan kesempatan nelayan menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam sesi dialog yang dipandu oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani,.
Rahmat Sukardi Ketua KUB Pondok Layar Kampung Mandar menyampaikan keluhan terkait kebutuhan BBM untuk mencari ikan di laut yang dirasakan memberatkan karena petugas Pertamina yang mewajibkan nelayan harus membeli BBM jenis Pertamax.
“Kami ini nelayan kecil dengan pendapatan yang kecil pula, sangat keberatan apabila diwajibkan membeli Pertamax dan tidak bisa membeli Pertalite," kata Sukardi.
Mendapat keluhan nelayan itu, Puan langsung meminta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono untuk memberikan jawaban sekaligus memberikan solusi persoalan tersebut. Dalam mencari solusi persoalan BBM untuk nelayan, menurut Trenggono, pihaknya akan melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Pertamina.
"Saya intens mengadakan pertemuan dengan Pertamina. Nanti bisa subsidi BBM untuk nelayan lewat koperasi nelayan. Kita berharap subsidi BBM tidak berupa barang, melainkan berupa uang," jelasnya.
Lebih lanjut Trenggono menuturkan, dalam waktu dekat lembaganya akan melakukan survei kepada komunitas nelayan terkait apa saja yang dibutuhkan di wilayah Banyuwangi agar bantuan yang diberikan tepat sasaran
Baca Juga : GARABB Gelar Festival Demo Banyuwangi
Selanjutnya, Helmi Tri Sulhadi Ketua KUB Pantai Marina menyampaikan keinginan kelompoknya untuk membuka destinasi wisata kuliner di tengah laut. "Kami sudah mencoba kuliner tengah laut, sangat bagus viewnya. Jadi nelayan bisa menawarkan paket kuliner ikan di tengah laut," kata Helmi.
Trenggono pun berupaya menyiapkan program dukungan terkait aspirasi tersebut. "Kami saat ini mengajukan kepada kejaksaan agar kapal-kapal ilegal fishing yang ditangkap bisa diserahkan untuk dikelola kementerian. Kapal-kapal tersebut nantinya bisa diserahkan ke nelayan Banyuwangi untuk dikelola menjadi sarana kuliner di tengah laut," jelasnya.
Dalam sesi dialog tersebut bukan hanya nelayan yang menyampaikan permasalahan yang dihadapi dan harapannya, tetapi para istri nelayan juga mendapatkan kesempatan untuk mengutarakan keinginannya. Salah satunya Rabiyatullah, istri nelayan Muncar yang berharap agar para istri nelayan bisa lebih mandiri dan tidak hanya mengandalkan pendapatan dari hasil tangkapan ikan suami.
“Luar biasa ibu-Ibu istri nelayan ini punya keinginan kuat untuk memperkuat kemandirian ekonomi keluarga. Saya akan minta kementerian terkait membantu pemberdayaan perempuan pesisir di sini,” ujar Puan.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati yang mendapat kesempatan memberikan jawaban langsung menyiapkan langkah untuk pemberdayaan kaum perempuan Banyuwangi.
"Nanti kita bisa bekerja sama dengan Pemkab Banyuwangi untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada istri nelayan," ujar Bintang.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dari pemerintah pusat dan DPR RI kepada daerahnya. "Terima kasih Mbak Puan dan para menteri yang terus memberikan perhatian dan bantuan pada Banyuwangi. Kami gembira sekali dengan model yang dikerjakan Mbak Puan yang langsung turun ke bawah dan mencarikan solusi bagi warga kami,” ucap Ipuk.
Dalam program kunker ke TPI Mandar itu, Puan secara simbolis menyerahkan bermacam bantuan, antara lain sembako sebanyak 1.500 paket, 30 paket alat tangkap dan bantuan modal perikanan tangkap senilai Rp 450 juta.
