Rakerda PKS Kota Malang, Kuatkan Angka 11 dan Slogan Asyik
Reporter
Tubagus Achmad
Editor
A Yahya
12 - Apr - 2021, 04:01
MALANGTIMES - Rakerda (Rapat Kerja Daerah) PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang dilakukan secara serentak di seluruh daerah di Jawa Timur mengusung tema "Terus Melayani dan Membela Rakyat". DPD PKS Kota Malang menggelar Rakerda pada hari Minggu (11/4/2021) dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB di Hotel Santika.
Rakerda dihadiri jajaran pengurus DPTD (Dewan Pimpinan Tingkat Daerah) seperti DED (Dewan Etik Daerah), MPD (Majelis Pertimbangan Daerah), DPD dan DPC PKS Kota Malang. Serta juga dihadiri oleh Ketua DSW (Dewan Syariah Wilayah) PKS Jawa Timur KH. Muhammad Ajir Abdi Moenip.
Baca Juga : Pemilu 2024, PKS Tancap Gas di 2021
Ajir memberikan arahan dan menjelaskan bahwa PKS memiliki tiga transformasi utama yang harus dimaknai dan dijalankan oleh seluruh kader PKS di seluruh daerah.
"Pertama, transformasi makrifatullah berupa transformasi diri antara hubungan manusia dengan Allah. Kedua, transformasi masyarakat, kader sebagai pelopor perubahan (pionir, red). Ketiga, transformasi bangsa kepada para pemimpin-pimpinan perubahan harus membawa perubahan kepada bangsa dengan mencontoh kepada para Nabi, terutama Nabi Muhammad," ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima MalangTIMES.com.
Lanjut Ajir bahwa pihaknya kembali mengingatkan kepada seluruh jajaran pengurus dan kader PKS bahwa PKS Jawa Timur memiliki beberapa simbol angka yang mana itu menjadi target ke depan sebagai perwakilan rakyat. Yakni 11, 14 dan 200.
"11 kursi dari Jatim untuk pusat, 14 kursi provinsi, dan 200 kursi untuk seluruh daerah. Kader adalah memberi manfaat bukan menjadi duri bagi masyarakat," tegasnya.
Lalu dalam sambutannya, Ketua DED PKS Kota Malang Hendar Weje menjelaskan beberapa program dari lima komisi yang ada. Dimulai dari peningkatan kualitas keagamaan para kader, sehingga mampu berkontribusi dengan bail kepada masyarakat dalam mengayomi.
Selanjutnya disampaikan Hendar bahwa DED sebagai Dewan Etik Daerah turunan dari Dewan Syariah memiliki makna yang berbeda. Karena keanggotaan partai dan anggota legislatif tidak hanya beragama Islam.
"Maka tindak lanjut adalah dibentuk dalam komisi disiplin syari, di dalamnya ada syariat, organisasi, dan Etik dari anggota partai. Ini sesuai dengan AD/ART partai, fungsi dari DED adalah menyelenggarakan pendidikan dan kode etik kepada seluruh anggota partai," ujarnya...