Tekan Angka Laka Lalin, Satlantas Tulungagung Pasang Mobil Tiruan Di Lokasi Rawan
Reporter
Joko Pramono
Editor
Pipit Anggraeni
27 - Dec - 2020, 01:06
Tekan angka kecelakaan lalulintas, Satlantas Polres Tulungagung terus melakukan inovasi. Setelah meluncurkan TMC Mobile untuk mengawasi lalulintas, kini Satlantas Polres Tulungagung memasang mobil tiruan di lokasi yang dianggap rawan kecelakaan lalulintas.
Salah satu titik pemasangan itu dilakukan di Buk Brombong yang berada di wilayah Ngantru. Kawasan tersebut dipilih kantaran Buk Brombong merupakan area yang tercatat seringkali terjadi kecelakaan, hingga menyebabkan korban jiwa.
Baca Juga : Pria yang Jegal ODGJ Saat Jaga Malam di Tulungagung "Bebas", Setelah Jalani Hukuman 6 Bulan
Kasatlantas Polres Tulungagung melalui Kanit Dikyasa Satlantas Polres Tulungagung, Iptu Karnoto menuturkan, pemasangan mobil patroli tiruan dengan rotator dilakukan untuk menekan angka kecelakaan di wilayah tersebut.
“Kami memasang duplikasi mobil patwal dengan rotator menyala di sebelah sini (buk Brombong),” ujar Karnoto, Sabtu (26/12/20).
Mobil tiruan yang dipasang berwarna khas biru dan putih, layaknya kendaraan unit laku lintas. Pada bagian atas mobil pun diberi tiruan rotator berupa lampu LED berwarna biru.
Alasan dilengkapi lampu yang menyala, Karnoto berpendapat agar bisa diketahui oleh pengendara saat malam hari.
Apalagi di jalur Tulungagung-Kediri yang merupakan jalur nasional yang memiliki empat jalur jalan. Namun titik tersebut mengalami penyempitan hingga menyisakan dua jalur saja. Sehingga tak jarang kendaraan yang melaju tak melihat penyempitan yang terjadi dan sangat rawan terjadi kecelakaan.
“Dengan rotator menyala, pengendara bisa mengurangi kecepatan Ndan mengetahui adanya penyempitan jalan (Bottle neck),” jelasnya.
Baca Juga : Manfaatkan Teknologi dalam Operasi Lilin, Satlantas Tulungagung Luncurkan TMC Mobile
Sementara itu, dari data yang dimiliki oleh Satlantas Polres Tulungagung selama tahun 2020, terjadi 37 kejadian laka lantas di Buk Brombong l, yang terletak di kilometer 11-14 jalur Kediri-Tulungagung.
Dari kejadian itu mengakibatkan 6 orang meninggal dunia. 62 orang mengalami luka dan kerugian mencapai 33 juta lebih.
Terakhir, pihaknya berpesan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam berkendara, mematuhi peraturan dan rambu lalulintas serta menerapkan protokol Kesehatan.
