Ini Indikasi Bocah SD Dibunuh di Wisata Kedung Cinet Jombang
Reporter
Adi Rosul
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
23 - Oct - 2020, 08:39
Muhammad Alfian Rizky Pratama (12), tewas tenggelam di wisata Sungai Kedung Cinet, Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Jombang. Pada kasus tersebut, polisi menemukan indikasi pembunuhan terhadap bocah kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI) tersebut.
Baca Juga : Polisi Tangkap Pencuri Benih Bawang Merah di Jombang
Alfian tewas tenggelam di wisata Sungai Kedung pada Rabu (21/10). Dia berangkat ke lokasi wisata yang mirip green canyon itu bersama dua temannya, AHR (16) dan MA (17).
Peristiwa tewasnya Alfian ini pun ditemukan kejanggalan oleh pihak kepolisian. Proses penyelidikan atas kematian Alfian dilakukan secara maraton oleh Polsek Plandaan. Kedua teman korban tersebut juga sudah dimintai keterangan oleh polisi.
Kapolsek Plandaan AKP Akwan mengungkapkan, korban diajak temannya menuju wisata Kedung Cinet dengan mengendarai sepeda motor. Tiba di lokasi wisata, lantas korban diajak temannya turun ke bawah sungai. Di situ, salah satu temannya mendorong korban ke aliran sungai hingga jatuh tenggelam.
"Kami melakukan penyelidikan. Kita lidik mulai dari awal sebelum, sesaat dan sesudah peristiwa korban meninggal. Setelah kita lidik, unsurnya kesengajaan korban dibawa ke Kedung Cinet. Di lokasi dilakukan tindakan yang mengarah ke tindak pidana pembunuhan," ujar Kapolsek Plandaan AKP Akwan kepada wartawan, Jumat (23/10).
Diungkapkan Akwan, hasil penyelidikan yang dilakukan sudah mengarah ke satu orang pelaku yakni AHR (16). Sedangkan, satu orang lainnya berstatus saksi.
"Pada saat kejadian di Kedung Cinet, kita lakukan penyelidikan. Dalam satu hari kita sudah temukan satu orang sebagai pelaku. Karena pelaku masih di bawah umur, kemudian kita limpahkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Jombang," tandasnya.
Baca Juga : Jambret Spesialis Anak di Jombang Diringkus
Adanya dugaan pembunuhan terhadap Alfian ini, pihak kepolisian langsung melakukan pembongkaran makam untuk autopsi jenazah korban. Autopsi dilakukan oleh dokter forensik RS Bhayangkara Kediri dengan disaksikan oleh keluarga korban dan pemerintah desa setempat.
Ayah korban, Hadi Sutrisno (42), juga menemukan kejanggalan pada tubuh korban. Saat jenazah dimandikan, pihak keluarga menemukan ada luka lebam di tubuh Alfian.
"Saat dimandikan itu terlihat ada lebam di tubuhnya. Saya gak tahu itu lebam dipukul atau terpeleset. Lalu kita berunding untuk dilakukan visum. Jika sudah ada tersangka yang menganiaya anak saya, ya silahkan makamnya dibongkar," ucapnya.
Suami dari Anis Setiyaningsih (35) ini, menyerahkan seluruh proses hukum ke pihak kepolisian. Pihaknya juga membuka pintu bilamana pihak keluarga pelaku ingin menyampaikan permintaan maaf.
"Jika anak saya benar dianiaya dan pelakunya sudah ketemu, saya lega. Bukan karena apa-apa, biar hukum berjalan. Kalau untuk masalah kekeluargaan meminta maaf, saya tetap menerima," pungkasnya.(*)
