Petani Beralih Tanam Varietas Tembakau Khas Blitar, Dinas Pertanian Beri Pendampingan

Reporter

Aunur Rofiq

Editor

Dede Nana

23 - Jul - 2020, 08:50

Petani Desa Dadaplangu mengikuti SL-GAP yang difasilitasi Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar. (Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)


Para petani tembakau di Desa Dadaplangu, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, beralih dari tanam tembakau Virginia ke varietas tembakau lokal khas Blitar. Alih tanam varietas dipilih setelah para petani kesulitan mendapatkan bibit tembakau Virginia.

Upaya para petani Dadaplangu dalam menanam dan mengembangkan tembakau lokal khas Blitar mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui Dinas Pertanian dan Pangan. 

Baca Juga : Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19, Wali Kota Santoso Bagikan Sembako Baznas

Support dari dinas diantaranya dengan gelar Sekolah Lapang Good Agricultural Practices (SL-GAP) pada Kamis (23/7/2020). Agenda yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) diikuti 15 orang petani tembakau dari desa setempat. 

“Petani mencoba varietas lokal setelah bibit tembakau Virginia sulit didapatkan. Yang dicoba ada dua varietas lokal yakni Rejeb dan Kedu Lulang,” ungkap Darmiati selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Dadaplangu kepada BLITARTIMES.

Dikatakannya, petani di Desa Dadaplangu yang menanam tembakau ada sekitar 17 orang dengan luas lahan sekitar 4 hektar. SL-GAP yang dilaksanakan dengan difasilitasi Dinas Pertanian dan Pangan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pertanian tembakau di Desa Dadaplangu.

“Dengan SL-GAP ini, akan menambah wawasan para petani di bidang tembakau. Sehingga produksinya akan semakin baik. Produksinya bisa maksimal, bebas hama penyakit," ujarnya.

Sekedar diketahui, hingga saat ini serangan hama penyakit masih ada. "Ke depanya diharapkan dengan metode-metode baru yang disampaikan melalui SL-GAP ini dapat meminimalisir kerugian dan bisa memaksimalkan keuntungan petani,” tegasnya.

Sementara itu, Slamet selaku narasumber dari Balittas Malang dalam kesempatan ini menyampaikan materi tentang pemilihan benih. Dia mendorong kepada petani untuk meningkatkan kualitas tembakau dengan cara bertani secara modern.  

“Tujuan kita adalah untuk memurnikan benih. Benih itu punya andil 20% dalam peningkatkan kualitas hasil tembakau," ucapnya.

Baca Juga : Sambut Hari Bakti Adhyaksa, Wali Kota Kediri Beber Sinergi dengam Kejari

“Seleksi benih merupakan bagian dari modernisasi pertanian. Selama ini petani memilih varietas yang daunnya lebar-lebar, tapi kalau dipilih mereka pikir hasilnya pasti tinggi. Padahal secara ilmu, benih itu harus diseleksi lebih dulu,” lanjutnya.

Slamet juga mengatakan, ada dua filosofi yaitu tanaman itu harus benar dan murni. "Misal saya menanam kali turi tapi setelah ditanam munculnya kenanga. Maka varietas itu tidak murni. Murni saya menanam kenanga, tapi setelah ditanam muncul lima tanaman, berarti itu tidak murni,” pungkasnya (Adv/Kmf).

 

 


Topik

Pemerintahan, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette