free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Agama

Saat Lima Perkara Ini Diabaikan, Perlindungan Ilahi Bisa Terhenti

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

27 - Jan - 2026, 08:15

Loading Placeholder
Ilustrasi seseorang yang kehilangan perlindungan dari Allah (ist)

JATIMTIMES - Para ulama sejak lama mengingatkan bahwa hubungan manusia dengan Allah tidak berdiri di ruang hampa. Ada hukum sebab akibat yang bekerja secara halus namun nyata. Amal yang dijaga membuka pintu pertolongan, sementara kewajiban yang diabaikan berpotensi menutup limpahan karunia. 

Dampaknya tidak main main, menjalar dari urusan harta, tubuh, rezeki, doa, hingga momen paling genting menjelang wafat.

Baca Juga : Air Sumur Tiba-Tiba Keruh Saat Musim Hujan? Ini Penyebab dan Solusi yang Perlu Diketahui

Gambaran itu dijelaskan Imam Abu Laits As Samarqandi dalam Tanbihul Ghafilin. Ia mengutip pendapat para ulama tentang lima kewajiban utama yang menjadi penyangga penjagaan Allah SWT kepada hamba Nya. Jika seseorang menolak menjalankan lima perkara tersebut, maka lima bentuk pertolongan ilahi juga akan tertahan. Prinsipnya tegas, siapa yang abai pada amanah, tak bisa berharap penuh pada perlindungan.

Kewajiban pertama menyangkut zakat harta. Ulama menegaskan, harta yang enggan dizakati tidak akan berada dalam penjagaan Allah. Kekayaan boleh tampak utuh, tetapi rawan kehilangan makna dan keselamatan. Kewajiban kedua adalah sedekah. Orang yang menahan diri dari berbagi disebut tidak memperoleh pemeliharaan kesehatan dari Allah SWT.

Selanjutnya adalah zakat hasil bumi. Tanah yang tidak ditunaikan zakatnya dipandang kehilangan keberkahan. Hasil boleh banyak, namun manfaatnya menyusut. Kewajiban keempat berkaitan dengan doa. Ulama mengingatkan bahwa orang yang malas berdoa sejatinya sedang memutus jalur pengabulan dari Allah.

Peringatan paling serius terletak pada shalat. Imam Abu Laits As Samarqandi menjelaskan, shalat yang dilakukan tanpa kesungguhan dan kekhusyukan dapat berbuah pahit di akhir hayat. Orang semacam ini akan kesulitan mengucapkan kalimat La ilaha illallah saat sakaratul maut, sebuah fase yang menentukan arah keabadian.

Dalam riwayat lain dari sahabat Nabi Muhammad SAW, sedekah diposisikan sebagai benteng paling aman bagi harta. Bukan disimpan rapat rapat, melainkan dialirkan agar selamat dari kerusakan dan tangan pencuri.

Baca Juga : Datang Tiba-Tiba dan Sulit Diabaikan, 4 Zodiak Ini Terima Pesan Kuat dari Semesta

Abdullah bin Masud Radhiyallahu anhu pernah berpesan dengan bahasa yang sederhana namun menghunjam. Ia berkata, “Jika kalian mampu menyimpan kekayaan di tempat yang tidak dimakan ulat dan tidak bisa dicuri pencuri, maka simpanlah dengan cara bersedekah.”

Imam Abu Laits As Samarqandi juga menekankan bahwa keutamaan sedekah tidak berhenti pada pahala semata. Andaikan tidak ada balasan lain selain doa orang orang miskin, itu sudah cukup menjadi alasan kuat bagi orang berakal untuk gemar bersedekah. Sedekah mendatangkan keridhaan Allah dan membuat setan kehilangan ruang.

Bahkan disebutkan, tangan seseorang sering kali tertahan dari sedekah karena belenggu godaan yang begitu kuat. Sedekah menjadi latihan membebaskan diri dari ikatan itu, sekaligus cara meneladani langkah orang orang saleh. Di titik ini, berbagi bukan sekadar tindakan sosial, melainkan strategi spiritual untuk menjaga hidup tetap bernilai hingga detik terakhir.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Agama

Artikel terkait di Agama

--- Iklan Sponsor ---