JATIMTIMES - Curah hujan tinggi yang melanda berbagai wilayah di Indonesia belakangan ini memicu banjir di sejumlah titik. Kondisi tersebut tak hanya mengganggu aktivitas harian, tetapi juga berisiko merusak kendaraan, terutama sepeda motor.
Salah satu ancaman paling serius ketika motor terendam banjir adalah water hammer, yakni kondisi saat air masuk ke ruang bakar mesin. Air yang tidak bisa dikompresi dapat menyebabkan setang piston bengkok, piston rusak, bahkan silinder mesin pecah. Jika sudah terjadi, biaya perbaikannya tentu tidak murah.
Baca Juga : BMKG Warning 3 Siklon Tropis Aktif, Berikut Daftar Wilayah yang Harus Waspada
Agar kerusakan tidak semakin parah, pemilik motor perlu melakukan penanganan awal yang tepat. Berdasarkan keterangan tertulis dari Yamaha, ada beberapa langkah penting yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan motor setelah terkena banjir.
1. Jangan Pernah Langsung Menyalakan Mesin
Kesalahan paling fatal yang sering dilakukan adalah langsung menghidupkan mesin setelah motor terendam air. Baik menggunakan starter elektrik maupun engkol, tindakan ini sangat berisiko.
Air bisa masuk ke ruang bakar melalui saluran udara atau knalpot. Jika mesin dipaksa hidup, piston dapat menghantam air dan memicu water hammer yang berujung pada kerusakan serius pada komponen mesin.
2. Pindahkan Motor ke Tempat yang Aman dan Kering
Langkah berikutnya adalah memindahkan motor ke area yang lebih tinggi atau kering. Tujuannya agar proses pengecekan dan penanganan bisa dilakukan dengan lebih aman.
Jika memungkinkan, beberapa komponen yang rentan terkena air seperti filter udara, busi, dan knalpot bisa dilepas untuk dikeringkan. Namun bila tidak memiliki peralatan atau pengalaman, sebaiknya jangan memaksakan diri dan serahkan penanganan kepada mekanik profesional.
3. Lakukan Penanganan Awal Secara Bertahap
Penanganan pertama dimulai dengan membuka penutup filter udara menggunakan obeng. Pastikan rumah filter dan elemen filternya benar-benar kering agar udara yang masuk ke mesin tidak mengandung air.
Selanjutnya, lepaskan bagian leher knalpot agar air yang mungkin sudah masuk ke ruang bakar bisa keluar. Knalpot dapat dibalik untuk memastikan tidak ada sisa air yang tertinggal.
Tahap berikutnya adalah membuka busi. Bersihkan busi dan rumah busi menggunakan lap kering. Komponen ini sangat vital dalam proses pembakaran, sehingga kondisinya harus benar-benar kering sebelum digunakan kembali.
Baca Juga : Warga Kabupaten Malang Mengungsi Usai Sejumlah Rumah Rusak Terdampak Cuaca Ekstrem
Setelah filter udara, knalpot, dan busi dilepas, mesin bisa distarter tanpa busi terpasang untuk membantu mendorong sisa air keluar dari ruang bakar. Jika sudah dipastikan aman dan kering, pasang kembali seluruh komponen seperti semula.
Jangan lupa, segera ganti oli mesin. Oli yang tercampur air dapat mengurangi pelumasan dan mempercepat kerusakan komponen mesin.
4. Lakukan Pemeriksaan di Bengkel Resmi
Meski penanganan awal sudah dilakukan, Yamaha tetap menyarankan pemilik motor untuk membawa kendaraannya ke bengkel, terutama bengkel resmi. Pemeriksaan menyeluruh diperlukan untuk memastikan tidak ada komponen yang masih bermasalah, termasuk sistem kelistrikan dan bagian mesin lainnya.
Servis rutin di bengkel resmi juga memberikan jaminan kualitas pengerjaan serta perlindungan garansi bagi konsumen.
Banjir memang sulit dihindari, terutama di musim hujan dengan curah tinggi. Namun, penanganan yang tepat setelah motor terendam air dapat mencegah kerusakan parah dan biaya perbaikan yang membengkak. Dengan tidak terburu-buru menyalakan mesin, melakukan pengecekan awal secara hati-hati, serta memastikan motor diperiksa di bengkel, risiko kerusakan akibat water hammer bisa diminimalkan.
Perawatan yang benar bukan hanya menyelamatkan mesin, tetapi juga menjaga keamanan dan kenyamanan berkendara ke depannya.