free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Olahraga

Ribuan Pelari Serbu Emba Jetbus Run 2026, Kota Malang Siap Jadi Destinasi Wisata Lari Nasional

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Dede Nana

18 - Jan - 2026, 13:25

Loading Placeholder
Emba Jetbus Run 2026 yang diberangkatkan langsung oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Event lari nasional Emba Jetbus Run Malang 2026 kembali mencatatkan kesuksesan. Ribuan pelari dari berbagai daerah bahkan mancanegara tumpah ruah di Kota Malang, Minggu 18 Januari 2026. Meski sempat diguyur gerimis, ajang ini berlangsung lancar, aman, dan penuh antusiasme.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan event yang tahun ini mengalami peningkatan jumlah peserta. Ia menegaskan, Emba Jetbus Run bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga bagian dari strategi besar pembangunan kota.

Baca Juga : Isu Video Karaoke Viral, Ricky Harun Tunjukkan Sikap Tak Terduga di Tengah Sorotan Publik

“Lari Emba Jetbus Run tahun 2026 ini alhamdulillah dari jumlah peserta juga lebih banyak. Dan juga dengan beberapa pelari-pelari yang akhirnya sampai dengan pagi ini juga Alhamdulillah bisa kita laksanakan dengan baik, tidak ada gangguan, dan pelaksanaannya juga cukup baik,” ujar Wahyu.

Menurutnya, pembatasan jumlah peserta tetap diperlukan demi menjaga aspek keamanan dan kenyamanan. Meski begitu, potensi pengembangan event ini dinilai masih sangat besar.

“Saya juga berterima kasih kepada panitia karena dari jumlah peserta ini sebetulnya bisa lebih banyak, tapi karena dibatasi dengan keterbatasan-keterbatasan dari segi keamanan dan lain-lain,” lanjutnya.

Wahyu berharap Emba Jetbus Run terus menjadi event unggulan yang sejalan dengan visi misi Kota Malang, termasuk program prioritas 1.000 event dan Dasa Bakti Ngalam Tahes. Ia optimistis, ke depan pelaksanaannya akan semakin matang dan berdampak luas bagi masyarakat.

“Termasuk juga hari yang kedua ini fasilitas-fasilitas pendukungnya juga lebih lengkap, dan sponsornya juga lebih banyak, terutama juga UMKM yang kita libatkan juga lebih banyak lagi. Dan ini berharap dengan adanya event ini bisa ada multiplier effect yang dirasakan oleh masyarakat Kota Malang,” tegasnya.

Senada, Inisiator Emba Jetbus Run Malang Paulus Oliver Yoesoef menilai pelaksanaan tahun ini berjalan sangat positif. Gerimis yang turun justru memberi sensasi berbeda bagi para pelari.

“Hari ini, Minggu, 18 Januari 2026, event Emba Jetbus Run Malang 10K berjalan dengan sangat baik. Memang sempat gerimis sebentar, tapi gerimis itu justru membawa hawa dingin yang positif bagi pelari,” ungkap Paulus.

Paulus yang turut berlari di kategori 5 kilometer menyebut jalur lomba sudah steril hingga 90 persen. Meski masih ada beberapa titik yang perlu evaluasi, ia memastikan perbaikan akan terus dilakukan demi menjaga standar event nasional.

“Karena ini event berskala nasional, standar operasional dari A sampai Z harus kami laksanakan secara profesional agar tidak kalah dengan event di Jakarta. Harapan saya, Kota Malang bisa menjadi tujuan wisata lari unggulan di masa depan,” katanya.

Baca Juga : Dari AHRS ke Balap Dunia, Mario dan Veda Siap Melesat di Grand Prix 2026

Antusiasme peserta disebut sangat tinggi. Sebanyak 3.600 pelari ambil bagian dengan komposisi seimbang antara kategori 5 kilometer dan 10 kilometer. Pesertanya datang dari berbagai daerah, mulai dari Lampung, Makassar, Jawa Tengah, Surabaya, Kediri, hingga pelari mancanegara dari Belanda.

“Responnya sangat bagus. Para peserta mengapresiasi kesterilan jalur, meskipun ada beberapa titik yang masih perlu evaluasi, seperti di area PLN dan Semeru,” jelas Paulus. 

Untuk pelaksanaan berikutnya, panitia menargetkan jumlah peserta meningkat menjadi 4.000 orang. Namun hal itu masih akan dikonsultasikan dengan Pemerintah Kota Malang terkait kapasitas dan teknis pelaksanaan.

“Target kita ke depan adalah mencapai 4.000 peserta. Saya akan berkoordinasi dan meminta izin kepada Pak Wali terkait kapasitas tempat,” ujarnya.

Emba Jetbus Run direncanakan tetap menjadi agenda tahunan setiap Januari sebagai event pembuka kalender lari nasional. Panitia juga mulai menerapkan standar lomba yang lebih ketat, termasuk batas waktu penyelesaian lomba.

“Kami sudah mulai memberlakukan standarisasi ketat. Untuk kategori 5 kilometer, kami menerapkan cut-off time 60 menit, sedangkan untuk 10 kilometer batasnya adalah 2 jam,” pungkas Paulus.

 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Dede Nana

Olahraga

Artikel terkait di Olahraga

--- Iklan Sponsor ---