free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Internasional

Netanyahu Kecam Pengakuan Negara Palestina, Siap Bertemu Trump dan Berpidato di PBB

Penulis : Mutmainah J - Editor : Yunan Helmy

25 - Sep - 2025, 18:50

Loading Placeholder
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. (Foto dari Instagram)

JATIMTIMES - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali melontarkan kecaman keras terhadap para pemimpin dunia yang baru-baru ini mengakui secara resmi keberadaan Negara Palestina. Pernyataan itu ia sampaikan saat bertolak menuju Amerika Serikat pada Kamis (25/9/2025) untuk bertemu Presiden AS Donald Trump dan berpidato di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada besok Jumat (26/9/2025).

Kecaman Netanyahu muncul hanya tiga hari setelah Prancis bersama sejumlah negara Barat menyatakan pengakuan mereka terhadap Palestina sebagai negara merdeka.

Baca Juga : Generasi Cerdas Finansial: Wali Kota Blitar Dorong Anak Muda Melek Investasi

Dalam pernyataannya di Bandara Ben Gurion, Netanyahu menegaskan bahwa dirinya akan menggunakan podium PBB untuk menyuarakan sikap Israel.

“Di Majelis Umum, saya akan menyampaikan kebenaran kita – kebenaran warga Israel, tentara Israel, dan bangsa kita,” kata Netanyahu, dikutip AFP, Kamis (25/9/2025).

Ia menambahkan, pengakuan Negara Palestina oleh negara-negara Barat dianggap sebagai langkah keliru.

“Saya akan mengutuk para pemimpin yang, alih-alih mengutuk para pembunuh, pemerkosa, dan pembakar anak-anak, malah ingin memberi mereka sebuah negara di jantung Israel. Ini tidak akan terjadi,” tegas Netanyahu.

Agenda Pertemuan dengan Trump

Kunjungan Netanyahu ke Washington kali ini akan menjadi pertemuan keempatnya dengan Presiden Donald Trump. Dalam pertemuan tersebut, keduanya akan membahas beberapa agenda utama, termasuk upaya penyelesaian konflik dengan Hamas dan prospek perdamaian kawasan.

“Saya akan membahas dengannya peluang besar yang dibawa oleh kemenangan kami, serta kebutuhan kami untuk mencapai tujuan perang: membawa kembali semua sandera, mengalahkan Hamas, dan memperluas lingkaran perdamaian yang telah terbuka bagi kami,” ujar Netanyahu.

Rencana Perdamaian Versi Trump

Sementara itu, Utusan Amerika Serikat untuk Timur Tengah Steve Witkoff mengungkapkan adanya kemungkinan terobosan baru terkait Gaza dalam beberapa hari mendatang. Ia menyebut Presiden Trump telah menyusun “Rencana 21 Poin untuk Perdamaian di Timur Tengah dan Gaza”, yang sudah disampaikan kepada sejumlah pemimpin negara Arab dan Islam.

“Kami menyampaikan apa yang kami sebut rencana 21 poin Trump untuk perdamaian di Timur Tengah dan Gaza,” kata Witkoff di sela Sidang Umum PBB.

Baca Juga : Malang Jadi Episentrum Sastra Baru, Ribuan Talenta Disiapkan Menembus Dunia

Meski tidak membeberkan detail isi rencana tersebut, Witkoff optimistis langkah ini dapat menjawab kekhawatiran Israel sekaligus negara-negara tetangga di kawasan.

“Kami berharap, bahkan bisa saya katakan yakin, bahwa dalam beberapa hari mendatang kita akan dapat mengumumkan semacam terobosan,” tambahnya.

Konteks Politik Global

Pengakuan Palestina oleh Prancis dan negara Barat lain menambah daftar panjang dukungan internasional terhadap solusi dua negara. Namun langkah ini ditolak keras oleh Israel, yang menilai pemberian status negara kepada Palestina justru memperkuat posisi Hamas dan kelompok perlawanan lainnya.

Di sisi lain, Amerika Serikat melalui pemerintahan Trump berupaya mendorong formula perdamaian baru dengan melibatkan langsung negara-negara Arab. Jika benar terobosan itu diumumkan dalam beberapa hari ke depan, maka dapat menjadi salah satu perkembangan penting di tengah konflik yang masih berlangsung di Gaza.

Kecaman Netanyahu terhadap pengakuan Negara Palestina menegaskan posisi tegas Israel dalam menolak solusi dua negara. Pertemuan dengan Trump dan pidatonya di Majelis Umum PBB pada Jumat (26/9/2025) akan menjadi panggung bagi Netanyahu untuk menyuarakan sikap politik Israel di hadapan dunia.

Sementara itu, dunia menanti kejelasan isi Rencana 21 Poin Perdamaian Trump yang digadang-gadang mampu membuka jalan baru bagi penyelesaian konflik di Timur Tengah.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy

Internasional

Artikel terkait di Internasional

--- Iklan Sponsor ---