JATIMTIMES - Angin kencang kembali melanda wilayah Kabupaten Situbondo. Kali ini, sebuah rumah milik warga di Dusun Nyamplong, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, terdampak musibah tersebut pada Kamis (28/8/2025) sore sekitar pukul 18.15 WIB.
Bangunan yang terdampak adalah rumah permanen milik Rahman (51), warga setempat. Akibat sapuan angin, tembok bagian dapur rumah tersebut tiba-tiba roboh. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena pemilik rumah beserta keluarganya tengah berada di teras.
Baca Juga : Rekonstruksi Kasus Karangsari Blitar: Tiga Tersangka Peragakan Pengeroyokan Hingga Tewas
Menurut Koordinator Pusdalops PB Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, Puriyono menjelaskan bahwa tembok yang roboh berukuran sekitar 3 meter x 3 meter dengan ketinggian 3,5 meter. Material bangunan terbuat dari bata merah yang kondisinya sudah rapuh, sehingga tidak mampu menahan hembusan angin kencang.
"Ini kejadian karena cuaca ekstrem. Saat kejadian, keluarga mendengar suara keras seperti benda jatuh. Setelah dicek, ternyata tembok bagian dapur samping kanan rumah sudah roboh,” jelas Puriyono atau akrab disapa Ipong, Jumat (29/08/2025). usai meninjau lokasi kejadian.
Mengetahui hal tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo langsung diterjunkan ke lokasi kejadian, bersama unsur Forkopimka Banyuputih, Tagana, dan perangkat desa segera melakukan kaji cepat serta pendataan kerusakan.
“Tidak ada korban luka maupun jiwa. Kerusakan masuk kategori rusak sedang, dengan total luas bangunan 10 meter x 6 meter, dengan tafsiran kerugian materil sebesar Rp2 juta,” tambahnya.
Baca Juga : Terungkap, Identitas 7 Anggota Brimob yang Lindas Driver Ojol hingga Tewas di Demo DPR
Usai kejadian, BPBD bersama unsur yang hadir di lokasi antara lain staf Kecamatan Banyuputih, anggota Polsek dan Koramil Banyuputih, relawan Tagana, serta warga sekitar. Mereka bergotong royong membantu membersihkan material reruntuhan tembok.
BPBD Situbondo turut mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang belakangan sering terjadi di wilayah Situbondo. “Angin kencang bisa datang sewaktu-waktu. Kami minta warga lebih memperhatikan kondisi rumah, terutama dinding atau atap yang sudah rapuh,” imbau Ipong.