JATIMTIMES - Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang menyebut terdapat perubahan regulasi dalam pelaksanaan proses pembelajaran di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang.
"Ada regulasi yang kemudian dibuat. Misalnya orang tua boleh menjenguk di jam-jam atau hari tertentu. Kemudian orang tua diperkenankan membawa makanan kesukaan anaknya di hari Minggu atau hari-hari tertentu," ungkap pria yang akrab disapa Donny ini.
Baca Juga : Bertemu David HS Sekretaris Komisi C DPRD Jember, Warga Keluhkan Jalan di Kota Sering Banjir
Pasalnya menurut Donny, pada awal-awal masa pengenalan proses pembelajaran SRMP 16 Kota Malang di tiga bulan pertama, setiap siswa tidak boleh menerima kunjungan orang tua dan sebaliknya orang tua tidak boleh berkunjung ke SRMP 16 Kota Malang untuk menjenguk anaknya.
"Cuma kan akhirnya ada pola yang diubah sehingga anak-anak itu bisa lebih nyaman di SRMP," ujar Donny.
Pihaknya mengaku, membuat para siswa merasa nyaman dan aman di SRMP 16 Kota Malang merupakan tantangan yang berat bagi Dinsos-P3AP2KB Kota Malang beserta pilar-pilar sosial yang bertanggung jawab atas proses pembelajaran SRMP 16 Kota Malang yang menerapkan sistem boarding school atau para siswa menetap di asrama SRMP 16 Kota Malang.
Hal itu dikarenakan kebuasaan setiap siswa yang mengenyam pendidikan di SRMP 16 Kota Malang memiliki latar belakang dan kebiasaan sosial yang bermacam-macam. Proses menyelaraskan itulah yang dirasa Donny cukup berat dan penuh tantangan. Tetapi secara perlahan dan bertahap pihaknya beserta seluruh pihak terkait dapat mengatasi hal tersebut.
"Ada yang membantu kerja orang tuanya, ada yang sekolahnya itu kadang masuk kadang nggak. Nah kami menyamakan satu persepsi itu sehingga memang ada yang masih homesick, ada yang minta pulang, yang melarikan diri. Tetapi itu semua merupakan proses. Intinya, anak-anak itu sebenarnya berkeinginan kuat untuk sekolah di SR. Cuma memang ada kalanya di awal-awal itu mereka penyesuaian, homesick, dan sebagainya," jelas Donny.
Disinggung mengenai adanya dua siswa yang kabur dari SRMP 16 Kota Malang, Donny menyebut anak-anak itu sedang kangen dengan orang tuanya. Saat kedua siswa tersebut berada di rumahnya, tim dari SRMP 16 Kota Malang datang ke rumah anak-anak tersebut untuk menjemput kembali ke SRMP 16 Kota Malang. Hal itu dikarenakan saat keluar tanpa izin dari lingkungan SRMP 16 Kota Malang, kedua siswa terekam CCTV asrama SRMP 16 Kota Malang.
Baca Juga : 29 Agustus 2025 DPR RI Genap 80 Tahun, Dari KNIP 1945 hingga Sorotan Kontroversi Tunjangan
"Anak-anak itu nggak sampai sehari. Begitu sampai rumahnya, tim kami sudah ada di sana, ya sudah, cuma mereka bilangnya kepingin ketemu Ibu dan sebagainya. Akhirnya bisa ketahuan itu karena di SR kita kan CCTV-nya sudah lengkap. Cuma memang kalah langkah saja," jelas Donny.
"Cuma ya itu tadi, kan awalnya memang tidak boleh ketemu dulu dan sebagainya, tetapi akhirnya ada regulasi baru. Kami kan juga koordinasi dengan PIC SR yang ada di Kota Malang, mereka memahami itu dan sudah disampaikan ke pusat," tambah Donny.
Mantan Camat Kedungkandang itu mengatakan, bahwa dari pendamping asrama SRMP 16 Kota Malang juga telah memfasilitasi jika nantinya terdapat siswa yang kangen orang tua atau sebagainya.
"Dari pendamping asrama juga menjembatani kalau ada siswa yang kangen rumah. Ada SOPnya dari SR. Kalau nggak salah ada jadwalnya dan ini sudah mulai diterapkan," pungkas Donny. (ADV)