JATIMTIMES - Dampak hujan deras dua hari di Kabupaten Tulungagung mengakibatkan bencana tanah longsor di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo. Akibatnya, tebing ambrol menimpa sebagian bangunan SDN 2 Kradinan pada Selasa (19/8/2025) lalu.
Tiga ruang sekolah rusak parah diterjang material longsor. Yaitu kamar mandi, perpustakaan, dan ruang kelas 4. Bahkan, bangunan kamar mandi yang baru dibangun pada 2024 itu kini hancur total.
Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Sosialisasikan Perda Kota Layak Anak, Yakin Bisa Raih KLA Utama di 2026
Perpustakaan yang menjadi pusat literasi siswa juga rusak berat. Ribuan buku tertimbun lumpur dan hanya sebagian dokumen kelas 4 yang berhasil diselamatkan meskipun dalam kondisi rusak.
Menanggapi peristiwa ini, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo bersama Wakil Bupati Ahmad Baharudin, Sekda Tri Hariadi, dan jajaran OPD terkait langsung turun ke lokasi untuk meninjau kerusakan.
“Kami sangat prihatin atas musibah ini. Pemerintah Kabupaten Tulungagung berkomitmen menangani dampak bencana dengan cepat dan tepat, sesuai hasil analisis di lapangan,” kata bupati, Kamis (21/8/2024).
Mengingat tingkat kerusakan yang cukup parah, pemerintah akan segera mengambil langkah darurat, termasuk relokasi sementara ruang belajar dan perbaikan permanen gedung sekolah.
“Pemulihan fasilitas sekolah harus berjalan lancar agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu,” ujarnya.
Baca Juga : 11 Kepala Sekolah Diperiksa atas Dugaan Korupsi Pengadaan Chromebook, Begini Respons Kadindik Kota Batu
Kepala SDN 2 Kradinan Tina Susanti mengungkapkan bahwa longsor pertama diketahui dari laporan warga yang melintas di depan sekolah. “Begitu mendapat kabar, kami langsung menuju lokasi dan mendapati kondisi ruangan sudah rusak parah,” ujarnya.
Selain merusak fasilitas pendidikan, longsor juga sempat memutus akses jalan poros desa.
Sesaat setelah peristiwa itu, petugas gabungan bersama warga bergerak cepat membersihkan material longsor sehingga jalur kembali dapat dilalui.